Wisata Sehari di Batam - Kompas.com

Wisata Sehari di Batam

Kompas.com - 19/02/2015, 13:15 WIB
KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Warga berfoto dengan latar belakang pemandangan Jembatan Barelang di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Jembatan ini merupakan satu dari enam jembatan yang dibangun untuk menghubungkan enam pulau di Batam, yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru.
BATAM, KOMPAS.com - Kota Batam merupakan salah satu tempat yang menjadi tujuan wisata di Indonesia. Sejak pencanangan "Visit Batam" pada 2010 silam, kini Kota Batam semakin kerap dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Aneka ragam pilihan wisata antara lain wisata belanja, sejarah, kuliner, ataupun bahari menjadi daya tarik kota yang berada di Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Banyaknya pilihan wisata membuat banyak wisatawan yang mengambil libur beberapa hari agar bisa menikmati seluruh objek wisata yang ada di Batam. Tetapi bagaimana jika Anda hanya punya satu hari saja untuk menikmati kota Batam? Anda bisa mengunjungi beberapa tempat berikut ini.

Jembatan Barelang

Jembatan Barelang adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Datanglah pagi hari karena pada saat itu belum terlalu ramai sehingga Anda tidak kesulitan untuk bisa menikmati keindahan Jembatan Barelang.

Perjalanan dari pusat kota Batam menuju Jembatan Barelang memakan waktu sekitar satu setengah jam menggunakan mobil atau motor. Anda bisa menikmati keindahan jembatan yang menghubungkan tiga pulau besar yaitu Batam, Rempang dan Galang tersebut sambil menikmati aneka kuliner seperti kepiting, udang, gorengan, ataupun kelapa muda.

KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Sejumlah barang peninggalan para pengungsi dari Vietnam ditunjukkan di museum yang berada di kawasan kamp pengungsi di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Sebanyak 250.000 pengungsi dari Vietnam, Kamboja dan Thailand ditampung di pulau ini dari 1979 hingga 1996. Sekarang kamp ini menjadi salah satu obyek wisata sejarah di Batam.
Kamp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang

Setelah puas menikmati Jembatan Barelang, berkendaralah lagi sekitar 30-45 menit menuju Pulau Galang. Di pulau ini ada satu tempat yang sempat dijadikan kamp pengungsian bagi orang Vietnam korban perang saudara yang mengungsi menggunakan perahu kayu dan terdampar.

Di pulau inilah pemerintah Indonesia membangun kamp pengungsian bagi sekitar 250.000 orang Vietnam. Anda bisa menemukan bekas kamp, bangunan gereja, pagoda, dan museum yang menyimpan sejumlah barang rumah tangga yang dulu digunakan oleh para pengungsi.

Berbelanja di Nagoya

Berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia membuat Batam menjadi salah satu surga belanja bagi penggemar produk fashion bermerek, parfum, barang elektronik maupun makanan. Kawasan Nagoya merupakan salah satu tempat berbelanja yang wajib Anda kunjungi. Anda bisa mendapatkan produk tas bermerek, aneka parfum serta cokelat dan makanan ringan yang didatangkan dari Singapura.

KOMPAS.COM / RODERICK ADRIAN MOZES Monumen kapal pengungsi dari Vietnam ditaruh di taman di kawasan kamp pengungsi di Pulau Galang, Kepulauan Riau, Minggu (8/2/2015). Sebanyak 250.000 pengungsi dari Vietnam, Kamboja dan Thailand ditampung di pulau ini dari 1979 hingga 1996. Sekarang kamp ini menjadi salah satu obyek wisata sejarah di Batam.
Makan Malam di Harbour Bay


Harbour Bay merupakan salah satu pelabuhan internasional yang menghubungkan kota Batam dan Singapura. Di sekitar pelabuhan ini tersedia sejumlah rumah makan dan dengan aneka masakan seafood yang menggugah selera. Harbour Bay berdekatan dengan Nagoya, sehingga tidak perlu memakan waktu lama untuk menuju ke sini setelah Anda berbelanja. Jangan lupa mengenakan jaket jika Anda memilih meja makan yang berada di luar ruangan, karena angin laut berhembus cukup kencang.

EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Close Ads X