Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demam Batu, Kinyang dan Satam Primadona Belitung

Kompas.com - 17/03/2015, 17:13 WIB
KOMPAS.com - Di Pulau Belitung, demam batu akik pun melanda pulau wisata yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini. Umumnya batu yang ditawarkan adalah batu kinyang asli Belitung.

Batu kinyang lazimnya ditemukan di Pulau Bangka. Namun ada pula di Pulau Belitung. Sebelum demam batu akik hadir di kalangan masyarakat Indonesia, Belitung sudah terkenal dengan batu satam. Batu unik yang ditemukan di Pulau Belitung ini dipercaya sebagai batu meteorit yang jatuh ke bumi.

Tetapi kini, batu satam ibarat memiliki pesaing ketat yaitu batu akik. Etalase pedagang-pedagang batu satam sekarang juga berisi batu-batu akik seperti bacan, giok, dan kinyang.

Bahkan, pedagang batu akik semakin banyak bermunculan di Belitung. Salah satunya Imam, bersama adiknya Firman, berjualan batu akik. Mereka baru saja berjualan dua bulan lalu.

"Selama ini jualannya kaus. Sekarang tambah batu akik. Kami berjualan di Jalan Veteran," ungkapnya kepada KompasTravel saat ditemui di sela-sela sebuah festival bertemakan batu akik, di Tanjung Pandan, Belitung, Sabtu (14/3/2015).

Ia mengaku ada sekitar 30 penjual batu akik di Belitung. Hanya saja berbeda seperti di Jakarta yang memiliki sentra batu akik di Pasar Rawa Bening Jatinegara, penjual-penjual batu akik di Belitung tersebar.

"Kami belum ada satu tempat khusus yang menyatukan kami sebagai pedagang batu. Masih tersebar," katanya.

Batu yang dicari di Belitung biasanya batu kinyang. Batu ini tampil cantik dengan warna-warni yang indah.

"Setiap daerah punya warna tersendiri. Tidak akan sama. Seperti yang ini warnanya hijau, belum tentu hijaunya akan sama dengan di daerah lain," jelas Firman sambil menunjukan batu kinyang koleksinya.

Selain warna hijau, tampak pula warna ungu, cokelat, hingga kuning. Jenis-jenisnya seperti kinyang air yang berwarna keputihan, kinyang bensin yang berwarna kekuningan, kinyang the dan kopi yang berwarna kecokelatan.

Menurut Firman, batu kinyang koleksinya berasal dari Belitung. Batu-batu tersebut cerah dan jernih. Ia menjual batu kinyang yang masih utuh namun sudah diasah maupun batu kinyang sudah terikat (dalam bentuk cincin).

"Harganya kalau yang belum terikat, mulai dari Rp 300.000," katanya.

Sementara untuk cincin dengan batu kinyang harganya bisa mencapai satu sampai tiga juta rupiah. Harga batu kinyang akan semakin mahal tergantung keunikan warna, kerapian batu, dan motif batu. Semakin mahal pula bila pengikatnya memiliki ukiran yang cantik.

"Ini ada beberapa yang ikut dilombakan. Kalau sudah ikut lomba, jadi lebih mahal lagi," kata Firman.

Kontes batu kinyang memang tengah digelar sampai 18 Maret 2015. Seperti dikutip dari Tribunnews.com, Belitong Ice Crystal (Kinyang) Festival digelar di pelataran parkir Grand Hatika Hotel, Tanjung Pandan, Belitung. Batu kinyang yang mengikuti kontes ini haruslah batu yang asli dari Belitung.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Batu satam khas Belitung, diproduksi menjadi aneka cincin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Terraz Waterpark Tanjung Batu: Harga Tiket, Lokasi, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com