Banyak Festival, Yogyakarta Berpotensi seperti Edinburgh

Kompas.com - 20/04/2015, 18:11 WIB
Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011). TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011).
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Berbagai atraksi budaya seperti Festival Gamelan Yogyakarta menjadi salah satu pilihan untuk tempat berwisata. Kepala Pemasaran dan Inovasi Festival Edinburgh, James McVeigh mengatakan bahwa festival dapat menjadi satu atraksi yang menarik bagi wisatawan seperti yang Kota Edinburgh rasakan.

"Edinburgh merupakan kota kecil yang bersejarah dan menarik. Urban tapi dekat dengan alam. Di kota ini, Festival Edinburgh diselenggarakan. Begitupun dengan Yogyakarta," kata James saat jumpa pers di Jakarta, Senin (20/4/2015).

Ia mengatakan bahwa wisatawan ingin merasakan suasana kota yang asli. "Yogyakarta memiliki aset yaitu seni dan budaya. Yogyakarta berpotensi seperti Edinburgh," pungkasnya.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan salah satu cara untuk meningkatkan potensi Kota Yogyakarta yaitu mengelola festival-festival yang telah ada. Namun, untuk menjadi festival berkelas internasional seperti Edinburgh, menurut James, festival-festival yang ada harus berkerja sama dalam tim untuk mempromosikan satu identitas konsep festival.

"Kerja sama untuk membuat satu konsep festival. Kami memfasilitasi kerjasama lebih jauh antara pihak penyelenggara Festival Edinburghs dengan festival-festival di Yogyakarta," tambah Konsultan Industri Kreatif British Council, Valencia Hutabarat di Jakarta.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Gelaran pawai budaya Festival Kuno lan Kini Sari Melati menyemarakkan suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/1/2013). Festival yang dipusatkan di Benteng Vredeburg tersebut turut dimeriahkan dengan acara temu sapa bersama anggota keluarga Keraton Yogyakarta dan sajian berbagai permainan tradisional.

Sebelumnya, Valencia mengatakan bahwa British Council telah bekerja sama dengan berbagai festival terkenal di Yogyakarta sejak Juni 2014. Kerja sama tersebut bertujuan mengembangkan konsep promosi dan pemasaran mereka agar bertaraf internasional. Harapannya, citra “Kota Festival” bagi Yogyakarta dapat terealisasi.

Festival Internasional Edinburgh yang pertama kali digelar pada 1947 mulai mengusung landasan “menjembatani perkembangan manusia”. Dalam perkembangannya, festival ini melibatkan 12 festival besar, menghadirkan 25.000 seniman internasional, dan menarik 4 juta wisatawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X