Kompas.com - 02/03/2016, 10:03 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Saroyah (48) adalah perempuan yang sehari-hari bekerja membuat gerabah yang nantinya akan dijual ke warung-warung sekitar Muntilan. Ia mulai membuat kerajinan dengan bentuk apapun tergantung keterampilan yang dimiliki.

"Di sini bisa bikin apa saja, misalnya mangkuk, stupa candi, wajan, kendi, guci, dan anglo. Membentuk apa saja tergantung tekanan tangan," kata Saroyah kepada KompasTravel saat ditemui di halaman rumahnya, Rabu (24/2/2016) siang.

Perempuan yang telah membuat gerabah selama delapan tahun ini mengatakan, rata-rata perajin gerabah di Kampung Klipoh adalah perempuan, sementara laki-laki bertugas sebagai pencari kayu bakar, jerami, dan menyiapkan tungku pembakaran.

Ia menyebutkan, di Dusun Klipoh terdapat 200 perajin gerabah yang setiap hari memproduksi gerabah. Perajin gerabah di Dusun Klipoh memanfaatkan halaman dan teras rumah untuk membuat gerabah.

Mata pencaharian di sebuah dusun yang kerap diucapkan Nglipoh ini ternyata menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke dusun yang berada di barat daya Candi Borobudur, Jawa Tengah.

“Kadang yang ke sini juga ada wisatawan bule untuk coba buat gerabah. Ya, kita di sini memang mata pencariannya dari membuat gerabah dan dijual ke warung-warung. Tambahannya dari tamu-tamu yang datang saja,” jelas perempuan yang bisa menghasilkan 30 gerabah per harinya itu.

Ia menjelaskan, kadang wisatawan mancanegara maupun lokal datang ke Galeri Komunitas milik Supoyo yang terletak tepat di samping rumahnya. Di sana, menurut Saroyah, kerap dijadikan tempat wisatawan mancanegara belajar membuat gerabah.

"Kalau ngobrol sama bule, ngobrolnya pake bahasa isyarat. Kalau sudah gak mengerti bilang I'm sorry. Mau belajar bahasa Inggris sudah tua," ungkap Saroyah saat ditanya tentang komunikasi dengan wisatawan mancanegara saat menjelaskan pembuatan grabah.

Potensi desa wisata

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo saat dihubungi KompasTravel mengatakan, Dusun Klipoh ini merupakan bagian dari klaster pariwisata di sekitar Candi Borobudur. Dusun Klipoh di Desa Karanganyar, lanjut dia, termasuk ke dalam 20 klaster pariwisata yang mengandalkan keterampilan industri.

"Potensinya kembali keunikan wisata gerabah, keunikan itu yang menjadi daya tarik. Kalau punya inovasi bisa menjadi keunikan daya tarik untuk wisatawan," jelasnya.

Prasetyo mengakui paket-paket wisata desa-desa di dalam klaster pariwisata seperti Dusun Klipoh masih belum maksimal. Ia menyebutkan, antardesa belum maksimal dalam menjual paket wisata.

"Yang paling maju itu, baru Desa Candirejo karena ada paket wisata homestay, kuliner, budaya, dan keliling desa naik andong. Sebenarnya, desa wisata bisa jadi alternatif ketika mengunjungi Candi Borobudur karena bisa melihat kearifan lokal, budaya, dan kehidupan sehari-hari. Jadi tak cuma melihat candi, " tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Festival Kuliner dan Budaya Minangkabau Digelar di Bekasi Akhir Agustus 2022

Travel Update
Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Rekomendasi 10 Destinasi Wisata di Trenggalek yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Liburan 2 Hari 1 Malam ke Sumatera Barat, Ini Total Biayanya

Travel Tips
5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

5 Wisata Jakarta dan Sekitarnya dengan Promo Spesial 17 Agustus

Travel Promo
Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Lumba-lumba Muncul di Pantai Tiga Warna Malang, Dianggap Kejadian Langka

Travel Update
Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Upacara HUT ke-77 RI Akan Digelar di Tengah Laut Pantai Baron Yogyakarta

Travel Update
17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

17 Tempat Wisata Bandung Selatan, Bisa Kemah di Alam Terbuka

Jalan Jalan
Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Panduan Naik Jip Menyusuri Ngarai Sianok, Harga dan Rutenya

Travel Promo
Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Absen 2 Tahun, Kontes Roket Air Taman Pintar Yogyakarta Digelar Lagi

Travel Update
5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

5,9 Juta Wisatawan Kunjungi Malang Sepanjang 2022

Travel Update
Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Wisata Petik Stroberi di Lereng Gunung Singgalang

Jalan Jalan
15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

15 Hotel Dekat Malioboro, Instagramable dan Nyaman buat Nginap

Travel Promo
Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Mengapa Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup Saat 17 Agustus?

Travel Update
Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Wisata Sejarah Bakal Hadir di Kota Malang, Pemkot Siapkan Penataan Kawasan Kayutangan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.