Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/03/2016, 10:51 WIB
EditorI Made Asdhiana

BANTUL, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengandalkan sejumlah desa wisata di wilayah setempat untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

"Kalau kita mau menarik wisatawan mancanegara itu hanya di desa wisata, karena selama ini tamunya rata-rata dari luar negeri, sehingga pengembangan desa wisata juga menjadi prioritas," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo di Bantul, Sabtu (26/3/2016).

(BACA: Masa Depan Bantul di Sektor Pariwisata)

Dia mengatakan Bantul yang meliputi 75 desa sampai saat ini sudah ada 36 desa wisata yang terbentuk sesuai potensi dan keunggulan daya tarik masing-masing.

Desa wisata itu dibagi menjadi tiga kategori, yakni desa wisata embrio, desa wisata berkembang, dan desa wisata mandiri.

KOMPAS.com/Adhika Pertiwi Festival Gerobak Sapi 2015 diikuti oleh 227 peserta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta..jpg
Bambang mengatakan dari semua desa wisata itu, hanya beberapa desa wisata yang sudah mandiri dan sering menerima tamu asing atau wisman, di antaranya Desa Kebonagung dan Desa Wisata Wukirsari, Imogiri, Desa Wisata Tembi Sewon, serta Desa Wisata Krebet, Pajangan yang terkenal dengan sentra batik kayu.

"Kami juga membantu promosi desa wisata, sehingga harapannya dalam hal tujuan wisata tidak hanya pilihan kedua, tetapi pilihan pertama, karena mereka bisa menikmati hidup lebih nyaman di desa, ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan," katanya.

(BACA: 5 Warung Paling Top di Yogya untuk Penggemar Olahan Kambing)

Menurut Bambang, pihaknya berharap para pengelola desa wisata atau kelompok sadar wisata (pokdarwis) dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap wisman dengan menyediakan homestay atau tempat menginap yang representatif serta fasilitas dan sarana penunjang pariwisata yang memadai.

"Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas pokdarwis, kita menggandeng perguruan tinggi untuk mengadakan pelatihan-pelatihan serta menyelaraskan pemahaman pengembangan desa wisata. Kita juga mengajak tokoh-tokoh masyarakat wisata untuk diskusi," katanya.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS Sugeng Handoko, menggerakkan warga untuk mengembangkan pariwisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bambang memaparkan, di seluruh desa wisata tersebut tidak terdapat tempat pemungutan retribusi untuk mengetahui data valid tingkat kunjungan.

Namun, hal itu bisa dilihat dari catatan pengurus desa wisata, mengingat tamu mayoritas berkunjung secara rombongan.

"Namun kita akan coba data kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata, termasuk daya tampung homestay dan jumlah pengurus. Karena itu nanti berhubungan dengan program pengembangan maupun publikasi. Ini sudah kita mulai tahun kemarin," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Datang ke Perayaan Cap Go Meh di Bekasi, Catat 4 Hal Penting Ini

Travel Tips
Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Cap Go Meh Bogor 2023: Jam Mulai dan Pengalihan Jalannya

Travel Update
Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Aturan Bea Cukai yang Perlu Diketahui Saat Pulang dari Luar Negeri

Travel Tips
Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Cap Go Meh di Bogor Digelar Hari Ini, Catat 6 Tips Berkunjung Berikut

Travel Tips
Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Panduan Lengkap Wisata ke Boemisora di Kabupaten Semarang

Travel Tips
Asyiknya Olahraga Sambil Nongkrong di Lapangan Sempur Bogor

Asyiknya Olahraga Sambil Nongkrong di Lapangan Sempur Bogor

Travel Promo
Wapres Ma’ruf Amin: Wisata Halal Ada di China dan Korea Selatan

Wapres Ma’ruf Amin: Wisata Halal Ada di China dan Korea Selatan

Travel Update
Penutupan Pekan Budaya Tionghoa 2023, Malioboro Dipadati Ribuan Pengunjung

Penutupan Pekan Budaya Tionghoa 2023, Malioboro Dipadati Ribuan Pengunjung

Travel Update
Jangan Salah, Wisata Halal dan Wisata Religi Ternyata Beda

Jangan Salah, Wisata Halal dan Wisata Religi Ternyata Beda

Travel Update
Surabaya Punya Lebih dari 900 Taman, Bisa Jadi Tempat Main Anak

Surabaya Punya Lebih dari 900 Taman, Bisa Jadi Tempat Main Anak

Travel Update
Situ Cipondoh, Sydney Opera House-nya Tangerang yang Harus Dijaga

Situ Cipondoh, Sydney Opera House-nya Tangerang yang Harus Dijaga

Jalan Jalan
Cara Menghitung Pajak Barang Bawaan dari Luar Negeri, Cek Simulasinya

Cara Menghitung Pajak Barang Bawaan dari Luar Negeri, Cek Simulasinya

Travel Tips
Cara Daftar dan Dokumen Apa Saja yang Diperlukan untuk Bikin Visa Jepang

Cara Daftar dan Dokumen Apa Saja yang Diperlukan untuk Bikin Visa Jepang

Travel Update
5 Destinasi Super Prioritas Baru Indonesia, Ada Bromo dan Raja Ampat

5 Destinasi Super Prioritas Baru Indonesia, Ada Bromo dan Raja Ampat

Travel Update
Cap Go Meh di Kota Bogor pada Minggu, 5 Februari 2023, Ada Rekayasa Lalu Lintas

Cap Go Meh di Kota Bogor pada Minggu, 5 Februari 2023, Ada Rekayasa Lalu Lintas

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+