Kuliner Andalan Sektor Pariwisata di Indonesia

Kompas.com - 12/05/2016, 21:39 WIB
Proses pembuatan kuah beulangong, makanan khas Aceh yang disajikan dalam Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/5/2016). Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 pada 10-12 Mei 2016 untuk semakin memperkenalkan kopi dan kuliner Aceh kepada wisatawan. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHProses pembuatan kuah beulangong, makanan khas Aceh yang disajikan dalam Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/5/2016). Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 pada 10-12 Mei 2016 untuk semakin memperkenalkan kopi dan kuliner Aceh kepada wisatawan.
EditorI Made Asdhiana

BANDA ACEH, KOMPAS - Kuliner merupakan andalan sektor pariwisata di Indonesia. Sebagian besar wisatawan menghabiskan uang mereka untuk belanja kuliner ketika mengunjungi suatu tempat atau daerah wisata.

Pemerintah daerah diharapkan lebih gencar mempromosikan dan menyuguhkan kekayaan kuliner khasnya kepada para wisatawan yang berkunjung.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman Syamsul Lussa mengemukakan hal itu dalam pembukaan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Kota Banda Aceh, Selasa (10/5/2016) malam. Hadir dalam acara itu antara lain Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Fahlevi dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

Syamsul mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, 40 persen wisatawan menghabiskan uang untuk belanja kuliner ketika berkunjung ke suatu tempat wisata.

Pemerintah mencatat, wisatawan domestik dan mancanegara mengeluarkan Rp 115 triliun untuk belanja kuliner di tempat-tempat wisata di Indonesia tahun 2015.

Melihat data itu, kata Syamsul, kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah. Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Menurut Syamsul, pemerintah daerah diharapkan lebih gencar memperkenalkan dan menyajikan segala potensi kuliner kepada wisatawan.

Selain menyelenggarakan festival kuliner, pemerintah daerah pun harus giat menjalin kerja sama dengan segala pihak agar lebih dikenal. Kerja sama bisa dilakukan dengan maskapai penerbangan untuk menyuguhkan kuliner daerah bersangkutan. ”Bangun citra sebaik- baiknya,” ujarnya.

Syamsul menuturkan, pemerintah pusat sangat mengharapkan kreativitas pemerintah daerah dalam mempromosikan aset wisata.

Anggaran pemerintah pusat sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah daerah disarankan kreatif, seperti mengundang blogger untuk datang dan menulis tentang segala kelebihan daerah, terutama kuliner.

”Kami sangat berharap kepada segenap pihak, terutama pemerintah daerah, lebih gencar melakukan upaya peningkatan kunjungan wisatawan. Pemerintah pusat menargetkan kunjungan 275 juta wisatawan domestik dan 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019,” ucap Syamsul.

Reza Fahlevi menyebutkan pula, pihaknya menyadari kuliner merupakan aset sektor pariwisata. Atas dasar itu, pihaknya menyelenggarakan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016. Bahkan, Festival Kopi Aceh menjadi agenda tahunan sejak 2011.

Kopi telah menjadi komoditas andalan dan ikon Aceh. Bahkan, kopi arabika Gayo sudah dikenal di tingkat nasional dan mancanegara. Aceh pun dikenal sebagai daerah 1.001 warung kopi.

Budayawan Taufik Rahzein menambahkan, pemerintah pun harus lebih atraktif dalam promosi kuliner. Pemerintah jangan hanya mengenalkan kekayaan kuliner semata, seperti menyelenggarakan festival. Pemerintah harus memadukan penyelenggaraan festival dengan kegiatan seni dan budaya. (DRI)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X