Kompas.com - 25/05/2016, 15:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

“Terakhir diperas dari air garam, lalu dijemur biar sari, rasa, dan wanginya muncul,” ujarnya.

Saat dijual, ia menyajikannya dengan air gula racikannya. Ata mengatakan, air gula ini merupakan salah satu kuncinya. Gula pasir diolah menggunakan air, direbus selama 2,5-3 jam dengan racikan garam dan telur ayam agar terasa gurih dan bersih, tetapi tidak mengganggu khasiat pala.

“Dijamin aman tidak sakit perut atau tenggorokan, gulanya diolah tidak sembarang pakai,” tuturnya. Resep tersebut pun sudah turun-temurun dilakukan oleh orangtua sang pelopor usaha tersebut.

Ata mengungkapkan pernah didatangi oleh Rumah Sait PMI Bogor dan peneliti dari Institut Pertanian Bogor untuk diteliti kandungan minumannya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.