Kompas.com - 09/09/2016, 20:04 WIB
EditorI Made Asdhiana

MUNGKIN 10 tahun lalu banyak orang hanya bisa bermimpi untuk berlibur ke Bali karena mahalnya biaya. Mereka harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk bisa mengunjungi ”pulau surga” itu.

Namun, kini, dengan modal Rp 2 juta, Anda bisa berwisata ke Bali, menginap selama dua hari, dan mengunjungi sejumlah obyek wisata. Biaya bisa semakin murah jika berangkat berombongan dan pandai mengatur perjalanan.

Rini (39), ibu empat anak asal Jakarta, misalnya, penasaran ingin tamasya ke Bali. Ia tergiur oleh cerita rekannya yang hanya bermodal Rp 2 juta bisa berlibur ke Bali tiga hari dua malam bersama teman-teman. Ia pun segera merencanakan perjalanannya dengan matang.

Sekitar sebulan sebelum keberangkatan, Rini bersama kawan-kawannya berencana mencari tiket pesawat promo, penginapan murah yang nyaman dan aman untuk enam orang, hingga jasa penyewaan mobil plus sopirnya.

Ia pun bersama teman-temannya keluar masuk situs penyedia jasa wisata untuk mencari informasi.

Upayanya berhasil. Ia mendapatkan penginapan seharga Rp 200.000 per malam untuk berenam. Kondisinya lumayan baik dan aman. Lokasinya juga strategis, yakni di sekitar Legian, Kabupaten Badung, tak jauh dari lokasi Pantai Kuta.

Tidak mengecewakan

Rute kunjungan wisata juga tidak mengecewakan, kata Rini. Obyek wisata yang ditawarkan dalam paket itu bagus untuk dikunjungi, mudah dijangkau, dan indah untuk berfoto dan berswafoto.

Pantai Kuta, Pura Uluwatu, Pantai Pandawa, Sangeh, Pura Tanah Lot, Pura Taman Ayun, Pantai Sanur, suasana Ubud, dan tentunya Pasar Sukawati.

Fenomena wisatawan seperti ini terjadi seiring dengan menjamurnya hotel-hotel bintang tiga atau cityhotel. Hotel-hotel tipe ini umumnya hanya memasang tarif Rp 300.000 per malam.

Kehadiran hotel jenis ini tak hanya mengancam hotel berkelas lebih tinggi, tetapi juga mengancam hotel melati.

Indah Widowati, pemilik agen perjalanan Atha Pesona di Solo, Jawa Tengah, yang menjual paket wisata secara daring (online) saat dihubungi mengatakan, kini memang terjadi pergeseran penjualan paket wisata ke Bali yang trennya membeli paket murah meriah.

Mau tidak mau, ia pun harus ikutan tren tersebut, menjual paket meriah ke Bali di kisaran harga Rp 1,5 juta.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Ribuan wisatawan, baik asing maupun domestik, memadati kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, untuk menunggu matahari terbit, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta merupakan obyek wisata pantai paling terkenal di Bali yang selalu penuh wisatawan pada musim liburan.
Harga murah yang tak termasuk tiket pesawat itu adalah paket untuk penyewaan kamar hotel, rental mobil lengkap dengan sopirnya, dan tiket masuk obyek wisata. Pelancong yang umumnya baru pertama kali pergi ke Bali ini mengaku puas.

Tren yang semakin kuat ini meresahkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia sempat curhat dalam kesempatan menjadi pembicara. Ia khawatir Bali menjadi obyek wisata obralan. Besar dari sisi kuantitas wisatawan, tetapi mengabaikan kualitas wisatawan.

Banyaknya wisatawan memang menjadi barometer bahwa Bali menjadi primadona pariwisata internasional maupun domestik. ”Namun, banyaknya jumlah wisatawan jangan sampai membuat kita terlena,” kata Pastika.

Kecanggihan teknologi, termasuk membeli paket wisata atau hotel secara online, jangan sampai menghancurkan bisnis pariwisata. ”Harus terus dilakukan inovasi,” ujarnya.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan asing dan domestik mengabadikan keindahan Pura Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (15/8/2016). Tanah Lot merupakan salah satu tujuan wisata paling banyak dikunjungi di Bali karena keberadaan pura yang menyatu dengan keindahan pantai. Berwisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.
Pengurus Asita Bali, Wisnu Arimbawa juga merasakan hal yang sama. Ia hanya bisa menghela napas panjang saat diajak berdiskusi mengenai fenomena pariwisata Bali.

Menurut Wisnu, ia hanya berusaha mencari pangsa pasar baru yang sekiranya bisa menggantikan potensi konsumen wisatawan yang belanja via daring.

Turis yang datang dengan belanja murah layaknya backpaker, menurut Wisnu, mengkhawatirkan. Alasannya, mereka datang dengan harga murah dan potensi berbelanja juga sedikit.

Berupaya bisnisnya tetap hidup, ia berusaha menjaga relasi wisatawan langganan dengan baik. Hal itu juga yang dilakukan oleh sejumlah hotel berbintang empat dan lima. Mereka menjaga relasi dan memberikan penghargaan jika beberapa kali menginap di hotelnya.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Wisatawan bermain selancar di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (17/8/2016). Pantai Kuta merupakan obyek wisata pantai paling terkenal di Bali. Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.
Sejumlah sopir taksi juga ikut terimbas. Mereka mulai merasakan sepi penumpang dan jarang belanja. Mereka menduga mobil-mobil rental yang lengkap dengan sopir telah menggeser keberadaan taksi.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, pesawat internasional yang datang bulan Juli mencapai lebih dari 2.500 penerbangan, dengan sekitar 460.000 penumpang.

Adapun penumpang domestik sebagian besar datang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Juanda sebanyak 3.500 pesawat dengan jumlah penumpang 511.000 orang.

Rata-rata tinggal wisatawan pun berkurang. Sekitar 10 tahun lalu turis bisa tinggal sepekan, kini hanya bertahan kurang dari tiga hari.

Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Made Sendra menyatakan, situasi ini tak terelakan. Kuncinya, pelaku pariwisata Bali, harus melakukan instropeksi, mencari inovasi, dan kreatif jika tak ingin Bali dianggap tempat wisata murahan. (Ayu Sulistyowati)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 September 2016, di halaman 1 dengan judul "Pebisnis Wisata Bali Bergulat Melawan Bisnis Daring".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.