Kompas.com - 12/10/2016, 18:05 WIB
Sejumlah wisatawan asal Darwin, Australia yang menggunakan pesawat carteran, disambut dengan tarian adat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/10/2016).  ARSIP HUMAS PT ANGKASA PURA I BANDARA EL TARI KUPANG Sejumlah wisatawan asal Darwin, Australia yang menggunakan pesawat carteran, disambut dengan tarian adat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (2/10/2016).
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KOMPAS.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh lembaga asuransi perjalanan, Southern Cross Travel Insurance, menemukan bahwa dua pertiga dari 1.000 warga Australia yang disurvei mengaku pernah melakukan hal-hal gila saat berlibur.

Bentuk petualangan "gila" yang paling umum dilakukan adalah berenang telanjang, melompat dari tebing, menyusuri sungai dengan ban, membuat tato atau tindik, dan minum alkohol terlalu banyak.

Akibat petualangan gila tersebut, lebih dari setengahnya memerlukan bantuan medis. Sementara 36 persen lainnya mengalami luka-luka.

"Media sosial dan kebutuhan untuk mendokumentasikan pengalaman liburan pasti telah menambah tekanan untuk turis Australia. Hal itu mendorong sesama turis untuk berlomba-lomba mengalahkan satu sama lain dalam hal status (di media sosial)," kata dosen senior pariwisata di University of Technology Sydney, Dr Jennie Small, seperti dikutip dari News.com.au.

Hal yang tak mengherankan, 14 persen dari turis Australia mengaku mereka telah membuat klaim asuransi sebagai akibat dari melakukan tindakan "gila" saat liburan.

Seperti dalam kasus wisatawan di New South Wales, Dylan Catzikiris (20) mengalami benturan pada tulang selangka ketika ia menaiki troli belanja. Hal itu terjadi saat menyusuri jalan-jalan di Calgary selama masa liburan kerja.

"Saya tak berpikir itu terlalu hal yang sangat memerlukan keberanian, tapi ketika troli saya masuk ke selokan, saya pun terbang. Saya merasa sedikit sakit di lengan saya lalu saya pergi ke rumah sakit naik bus," jelas Catzikiris seperti dikutip dari news.com.au.

Hasilnya, petugas rumah sakit mengatakan, ia mengalami patah tulang serius dan harus beristirahat total. Beruntungnya, ia memiliki asuransi kesehatan yang bisa menutupi biaya rumah sakit sebesar 20.000 dollar Australia.

Chief Executive dari Southern Cross Travel Insurance, Craig Morrison, mengatakan, wisatawan harus memeriksa asuransi mereka sebelum terlibat dalam kegiatan berisiko di luar negeri. Ia pun berpendapat tak ada hal yang baik yang terjadi setelah tengah malam.

"Namun, jika Anda ditangkap karena terlibat dalam kegiatan ilegal, tidak ada kebijakan asuransi perjalanan akan menutupi Anda," kata Morrison.

Dr Jennie Small mengatakan, ada beberapa bukti bahwa liburan yang dilakukan memiliki jaminan untuk meningkatkan adrenalin bagi sebagian orang.

"Saat liburan, itu adalah ruang dan waktu di mana kita bisa kurang terkendali, tidak masuk akal seperti kita di rumah dan melakukan kegiatan yang mungkin berisiko. Anak-anak muda lebih mungkin untuk menjadi pengambil risiko dan laki-laki lebih mungkin untuk menjadi pengambil risiko daripada wanita," ungkap Dr Jennie Small.

Sebelumnya, banyak diberitakan tentang ulah turis Australia saat berlibur. Salah satunya adalah tentang tindakan turis Australia yang memakai celana dalam saat menonton balapan mobil di ajang Malaysian Grand Prix beberapa waktu lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Lomba untuk Desa Wisata, Total Hadiah Rp 150 Juta

Travel Update
Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Pemerintah Spanyol Ubah Aturan Berjemur di Pantai Wajib Bermasker

Travel Update
Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Festival Songkran di Chiang Mai Thailand Batal

Travel Update
 5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

5 Hotel Instagramable di Jakarta, Asyik buat Staycation

Jalan Jalan
Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Kabar Gembira, Disney World Izinkan Turis Lepas Masker Saat Berfoto di Area Tertentu

Jalan Jalan
Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Fans Marvel! Avengers Campus di Disneyland akan Dibuka 4 Juni 2021

Travel Update
Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X