Kompas.com - Diperbarui 08/08/2021, 13:53 WIB

Oleh: Barry Kusuma, Travel Photographer & Videographer

KOMPAS.com - Ada begitu banyak suku dan budaya yang ada di Indonesia. Salah satu impian saya adalah untuk mendokumentasikan suku-suku yang masih belum banyak dieksplor di Indonesia.

Salah satunya adalah suku Mentawai. Suku ini sudah sejak lama saya ingin abadikan. Susahnya infrastruktur dan medan yang berat membuat banyak orang susah menjangkau suku Mentawai ini.

Baca juga: Mentawai, Surga Terindah Paul Walker

Suku Mentawai merupakan suku yang merupakan penduduk asli dari Kepulauan Mentawai di bagian barat Pulau Sumatera. Kabupaten Kepulauan Mentawai masuk dalam Provinsi Sumatera Barat.

Karena merupakan suku pedalaman, Suku Mentawai banyak dijadikan sebagai bahan penelitian oleh banyak pihak, terutama untuk memahami bagaimana pola hidup dan pola interaksi dari suku di bagian barat Indonesia ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepulauan Mentawai terdiri dari beberapa pulau. Namun memiliki 3 buah pulau utama yang banyak dihuni, yaitu Pulau Utara, Pulau Pagai Selatan, Pulau Siberut.

Total luas wilayah kepulauan ini adalah sebesar 4.000-an km persegi, dengan jumlah penghuninya sebanyak 29 hingga 30 ribuan jiwa.

Yang membuat suku Mentawai ini menarik karena merupakan salah satu suku yang tertua di Indonesia.

Baca juga: Mentawai, Salah Satu Unggulan Pariwisata Sumbar

Nenek moyang dari suku Mentawai ini diketahui dan diyakini oleh para peneliti sudah mendiami lokasi kepulauan Mentawai di barat Sumatera sejak tahun 500 SM.

Hal ini yang membuat kebudayaan dari Suku Mentawai serta adat istiadat yang dimiliki oleh suku Mentawai sangatlah kuat.

Bayangkan saja, suku ini sudah bertahan lama dan masih tetap terjaga hingga saat ini di tengah arus modernisasi dan juga globalisasi yang sangat gencar terjadi, terutama di Indonesia.

Kepercayaan Sabulungan

Suku Mentawai memiliki agama dan kepercayaan tersendiri. Kepercayaan yang dianut oleh suku asli dan masyarakat Mentawai ini bernama Sabulungan.

Baca juga: Pasilagek, Ritual Tradisional Mentawai

Mereka percaya seluruh benda yang ada memiliki roh dan jiwa. Ketika roh tidak dapat dirawat dengan baik, maka roh ini akan bergentayangan dan menyebabkan kesialan dan juga menyebabkan munculnya penyakit.

Maka dari itu, suku Mentawai sangat memiliki kepercayaan yang kuat terhadap benda-benda yang mereka anggap sakral.

Suku MentawaiBARRY KUSUMA Suku Mentawai

Rumah adat suku Mentawai

Suku Mentawai memiliki rumah adat dengan bentuk mirip seperti rumah adat Sumatera Barat. Desain rumah panggung yang berbahan kayu ataupun bambu.

Suku Mentawai memiliki 3 jenis rumah adat yang biasa digunakan. Salah satunya adalah Uma, yaitu rumah yang berukuran besar. Biasanya ditempati oleh tiga hingga empat keluarga dalam satu rumah.

Baca juga: Silogui, Panah Beracun Buatan Suku Mentawai

Jenis rumah yang kedua adalah Lalep, yaitu jenis rumah yang berukuran lebih kecil, dan biasa ditempati oleh satu keluarga saja di dalam rumah tersebut.

Kemudian jenis rumah yang ketiga adalah jenis rumah bernama Rusuk.

Sagu, makanan pokok suku Mentawai

Jika kamu sering traveling ke Indonesia timur khususnya Papua, pasti tidak asing dengan sagu. Sagu merupakan makanan pokok sebagian besar suku pedalaman Papua.

Suku Mentawai juga mengonsumsi sagu sebagai bahan makanan pokoknya. Mereka memanfaatkan sagu sebagai bahan makanan utamanya. Sagu diolah oleh suku Mentawai  dengan cara dibakar dan menjadi bahan makanan sehari- hari.

Baca juga: Pengelolaan Wisata Selancar di Mentawai Perlu Diatur

Selain sagu, makan daging hewan juga merupakan kebiasaan dari suku Mentawai. Babi hutan, ayam, dan juga kijang adalah jenis daging yang dikonsumsi oleh masyarakat suku Mentawai.

Mereka mendapatkannya dengan cara berburu di sekitar lokasi tempat tinggal mereka.

Suku MentawaiBARRY KUSUMA Suku Mentawai

Tato tertua di dunia

Suku Mentawai dikenal dunia karena tatonya yang dianggap sebagai tato tertua di dunia. Tato adalah hal wajib bagi Sikerei atau dukun suku Mentawai.

Memang, tato bagi masyarakat Mentawai tidak wajib, tetapi wajib bagi Sikerei.

Bagi suku yang masih tinggal di pedalaman dan belum banyak tersentuh modernisasi ini, pun mengandalkan tato sebagai bentuk kesenian dan juga sebagai bentuk pakaian.

Baca juga: Mengenal Tato Mentawai, Seni Rajah Tertua di Dunia

Suku Mentawai memandang tato sebagai sebuah identitas. Jadi bukan hanya sebagai aksesoris ataupun hiasan di tubuh saja.

Tato pada suku Mentawai menggambarkan keseimbangan antara penghuni hutan dengan alam.

Yang unik dari tato Mentawai ini adalah cara menato. Biasanya mentato tubuh dilakukan dengan cara menggunakan alat berupa jarum dan tinta khusus.

Hal ii tidak terjadi pada tato Mentawai. Bahan yang digunakan untuk memberikan tato di tubuh suku Mentawai adalah bahan bahan alami. Arang adalah salah satu bahan alam yang digunakan untuk mentato.

Baca juga: Seni Tato Mentawai Tertua di Dunia

Pada saat akan menato, terlebih dahulu sang shaman alias para tetua suku akan mendoakan arang tersebut. Kemudian diberikan kepada mereka yang akan diberikan tato.

Jadi tato suku Mentawai ini merupakan salah satu ritual adat yang sangat disakralkan. Ini pun menjadi sebuah hal yang dijunjung tinggi di dalam lingkungan suku Mentawai.

Indonesia itu sangat kaya akan budaya bukan, kehidupan suku Mentawai ini hanya secuil dari begitu banyaknya budaya Indonesia yang mungkin kamu belum tahu. Dengan mengenal dan mempelajari lebih dekat, kebudayaan ini akan terus terjaga.

Akses menuju Mentawai

Untuk menuju ke Mentawai dari Jakarta, wisatawan bisa memesan tiket pesawat ke Padang, Sumatera Barat. Dari Padang naik kapal cepat ke Pulau Siberut.

Kepulauan Mentawai ini bisa dibilang infrastrukturnya susah. Jika kita sendirian ke sana biaya sangat besar dikeluarkan untuk logistik dan sewa perahu.

Baca juga: Pasumpahan, Pulau Terindah di Sumatera Barat

Saya ke sini bersama rombongan terdiri dari 5 orang pada tahun 2016. Sengaja saya ikut trip bareng agar menghemat biaya dan lebih murah biaya yang dikeluarkan untuk akomodasi. Pasalnya kalau kita jalan sendiri harus siap dengan biaya yang sangat banyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.