Kompas.com - 11/11/2016, 21:51 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
– Duduk bersimpuh, seorang pemuda meletakkan surat wasiat di lantai. Ia kemudian melepaskan pakaian dan mengambil pedang katana untuk dihunjamkan ke sisi perut, lalu terdiam dalam posisi itu sampai mati.

Betul, itu adalah penyederhanaan prosesi harakiri atau seppuku—bunuh diri khas Jepang—yang lebih sering dilakukan para samurai. Biasanya orang yang memilih seppuku telah kehilangan kehormatan akibat melakukan kejahatan, aib, atau merasa gagal menjalankan tugas.

Pada akhir Perang Dunia II harakiri juga menjadi pilihan bagi tentara Jepang, sebagai pasukan yang kalah perang. Mereka merasa lebih baik mati terhormat—berdasarkan budaya Jepang—daripada menjadi tawanan musuh atau pulang dengan kekalahan.

Namun, hal itu tak dilakukan Teruo Nakamura, prajurit Jepang yang berperang di Morotai, Maluku Utara. Pulau ini merupakan salah satu tempat strategis yang diperebutkan Jepang dan Sekutu selama Perang Dunia II.

Pada 15 September 1944 pasukan Sekutu menyerang tentara Jepang di Morotai. Singkat cerita, dengan jumlah pasukan yang lebih banyak, Sekutu menaklukkan Jepang dan menjadi penguasa baru di sana.

Saat itu, Nakamura memilih kabur dan berlindung di pedalaman hutan Morotai. Selama 30 tahun sesudahnya, dia tidak tahu bahwa rezim dan zaman sudah berubah. Bahkan dia tidak tahu bahwa Perang Dunia II telah lama usai.

Konon menurut cerita warga setempat, Nakamura tinggal di gubuk kayu beratap rumbia ukuran 2x2 meter persegi. Ia tidur beralaskan kayu melengkung yang rencananya juga akan dia gunakan untuk membakar diri bila sudah merasa benar-benar tak berdaya di tengah hutan.

Lucky Pransiska Muhlis Eso menyusuri tempat persembunyian prajurit Jepang, Teruo Nakamura, di Air Terjun Nakamura di Desa Dehegila, Morotai, Maluku Utara, Minggu (17/7). Tempat ini dinamakan Air Terjun Nakamura sesuai nama prajurit Jepang yang bersembunyi dari tentara Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

“Gubuk itu lokasi persembunyian Nakamura, “ ujar Muhlis Eso yang sehari-hari mencari benda-benda peninggalan Perang Dunia II di Morotai ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (10/11/2016).

Keberadaan Nakamura baru terungkap pada akhir 1974. Warga Desa Pilowo bernama Luther Goge, melaporkan keberadaan Nakamura kepada kepolisian setempat. Namun, saat hendak dipulangkan ke Jepang, terungkap bahwa Nakamura bukan warga negara Jepang.

Nakamura ternyata asli orang Taiwan yang saat Perang Dunia II dimasukkan ke Unit Sukarela Takasago dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.

Mungkin juga itu alasan kenapa Nakamura tidak melakukan harakiri layaknya prajurit Jepang yang kalah berperang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Travel Fair Digelar 7-9 Oktober 2022 di Balikpapan

Jakarta Travel Fair Digelar 7-9 Oktober 2022 di Balikpapan

Travel Update
Bukit Scooter Dieng, Indahnya Negeri Para Dewa dari Ketinggian

Bukit Scooter Dieng, Indahnya Negeri Para Dewa dari Ketinggian

Jalan Jalan
Bangkitnya Pariwisata Flores, Ada Bayang-bayang Prediksi Resesi Global 2023

Bangkitnya Pariwisata Flores, Ada Bayang-bayang Prediksi Resesi Global 2023

Travel Update
Pengembangan SDM Pariwisata yang Berkualitas Terus Dilakukan di Labuan Bajo

Pengembangan SDM Pariwisata yang Berkualitas Terus Dilakukan di Labuan Bajo

Travel Update
Indonesia Masuk Negara Terbaik untuk Wisata Versi Readers' Choice Awards 2022

Indonesia Masuk Negara Terbaik untuk Wisata Versi Readers' Choice Awards 2022

Travel Update
10 Wisata Pantai di Banyuwangi, Ada Tempat Lihat Sunset Warna Merah

10 Wisata Pantai di Banyuwangi, Ada Tempat Lihat Sunset Warna Merah

Jalan Jalan
Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Benteng Marlborough Bengkulu Naik 61 Persen

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Benteng Marlborough Bengkulu Naik 61 Persen

Travel Update
Rute ke Museum MACAN Jakarta Barat, Bisa Naik Transjakarta

Rute ke Museum MACAN Jakarta Barat, Bisa Naik Transjakarta

Travel Tips
Entertainment on Board, Layanan Hiburan Baru KAI Saat Naik Kereta

Entertainment on Board, Layanan Hiburan Baru KAI Saat Naik Kereta

Travel Update
Museum Marketing 3.0 Diresmikan di Museum Puri Lukisan Ubud Bali

Museum Marketing 3.0 Diresmikan di Museum Puri Lukisan Ubud Bali

Travel Update
6 Wisata Pantai Lombok Barat, Ada Pantai dengan Air Terjun

6 Wisata Pantai Lombok Barat, Ada Pantai dengan Air Terjun

Jalan Jalan
Arab Saudi Tuan Rumah Asian Winter Games 2029, Saljunya Bagaimana?

Arab Saudi Tuan Rumah Asian Winter Games 2029, Saljunya Bagaimana?

Travel Update
Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Pulihkan Pariwisata

Hong Kong Bagikan 500.000 Tiket Pesawat Gratis, Pulihkan Pariwisata

Travel Update
5  Wisata Religi di Lombok Barat NTB, Ada Makam di Tengah Laut

5 Wisata Religi di Lombok Barat NTB, Ada Makam di Tengah Laut

Jalan Jalan
Gunungkidul Kaji Penataan Retribusi Pantai, Sekali Bayar Tidak Lagi untuk Belasan Pantai

Gunungkidul Kaji Penataan Retribusi Pantai, Sekali Bayar Tidak Lagi untuk Belasan Pantai

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.