Begini Persiapan sebelum Jokowi Naik Kereta Wisata

Kompas.com - 05/09/2017, 08:11 WIB
Suasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta, Minggu (6/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELSuasana di dalam gerbong kereta api wisata priority saat perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta, Minggu (6/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.COM - Di hari Idul Adha kemarin, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memilih kereta wisata untuk menemaninya dalam kunjungan kerja sekaligus shalat Idul Adha di Sukabumi, Jawa Barat. PT Kereta Api Pariwisata pun segera mempersiapkan fasilitas VVIP standar RI-1 hanya dalam waktu satu setengah hari.

Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata, Totok Suryono mengatakan Presiden Jokowi beserta ibu negara, dan seorang putrinya berangkat dari Gambir, Jakarta Menuju Sukabumi, Kamis (31/8/2017), pukul 10.05 WIB. Menggunakan kereta wisata khusus kepresidenan dengan rangkaian KLB (Kereta Luar Biasa), yang termasuk jenis Bali dan Jawa.

Selain senang dan bangga, Totok bercerita kepada KompasTravel soal timnya yang mempersiapkan kereta terbaik untuk Presiden Jokowi .

"Kita baru dapat info hari Selasa siang. Langsung mulai saat itu teman-teman KA wisata didukung oleh teman dari KAI khususnya unit sarana dan unit fasilitas pelayanan Daop 1 Jakarta mempersiapkan semua kereta wisata yang akan digunakan," ujar Totok saat dihubungi KompasTravel, Minggu (3/8/2017).

Untuk kereta sendiri, sebenarnya tidak ada langsiran dari Gambir (Jakarta) langsung menuju Sukabumi. Namun seketika kerja sama kedua PT KAI dan PT KA Pariwisata mempersiapkan jadwal untuk perjalanan jalur khusus tersebut.

Saat itu juga mereka langsung merangkai kereta khusus yang terdiri dari satu lokomotif, satu kereta pembangkit, satu kereta (gerbong) makan, dua kereta K1 (Eksekutif), dan dua gerbong kereta wisata.

"Kereta dan jalurnya langsung disiapkan khusus, lewat jalur Commuterline dulu ke Bogor, lalu diteruskan ke Sukabumi ikut jalur KA Pangrango," kata Totok.

Seorang Pramugari berpose di dalam gerbong kereta api wisata priority sesaat sebelum perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta, Minggu (6/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Seorang Pramugari berpose di dalam gerbong kereta api wisata priority sesaat sebelum perjalanan dari Jogjakarta menuju Jakarta, Minggu (6/8/2017). Kereta wisata kelas priority ini memiliki fasilitas antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi penumpang, Mini Bar, TV 52 Inch, Crew Khusus, Toilet Khusus dan Kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif, harga tiket mulai dari Rp 750.000 sudah termasuk jasa restorasi 1x makan dan minum.
Ia mengatakan pihak KA Pariwisata telah memiliki standar prosedur untuk mengantarkan tamu kepresidenan VVIP RI-1 dan RI-2. Berbeda dari tamu VVIP biasa di kereta wisata, khusus RI-1 ada kelebihan pada keamanan dan pelayanan.

"Kemanan sendiri kita bekerja sama dengan Paspampres tentunya, sedangkan pelayanan kita langsung berhubungan dengan kerumahtanggaan kepresidenan," ujar Totok.

Jumlah awak kabin yang melayani tamu kenegaraan tersebut berjumlah lima orang di tiap gerbong, yang selalu siap berkoordinasi.

Sayang Totok tidak sampai mengetahui apa menu yang disantap Presiden Jokowi di kereta, karena itu ditangani langsung oleh bagian rumah tangga Istana Kepresidenan.

Dari kerja keras timnya tersebut, ia berharap Presiden Jokowi puas dan kembali mempercayakan KA Pariwisata untuk perjalanan dinasnya.

"Karena kereta wisata sangat cocok untuk perjalanan wisata atau dinas seperti meeting, diharapkan kantor kementerian atau kantor lembaga lainnya juga bisa memanfaatkan kereta wisata untuk meeting dengan suasana yang berbeda," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X