Perjalanan Resep Empal Gentong Haji Apud Sejak 1994

Kompas.com - 06/09/2017, 22:04 WIB
Empal Gentong Haji Apud yang sudah berdiri 23 tahun masih dipenuhi pengunjung hingga malam hari, Selasa (5/9/2017). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAEmpal Gentong Haji Apud yang sudah berdiri 23 tahun masih dipenuhi pengunjung hingga malam hari, Selasa (5/9/2017).
|
EditorSri Anindiati Nursastri

CIREBON, KOMPAS.COM - Berwisata ke Cirebon, jangan lupa mencicipi ragam kuliner khasnya yang terkenal lezat. Sebut saja nasi lengko, docang, nasi jamblang, dan tentunya empal gentong juga empal asam.

Dari deretan penjual empal gentong, salah satu kedai yang cukup legendaris ialah Empal Asam dan Empal Gentong Haji Apud. Kiprahnya di dunia empal sudah eksis sejak 1994. Bahkan kedainya diklaim sebagai tempat kelahiran empal asam.

Tempat kuliner khas Cirebon ini memang sudah cukup terkenal. Ada tiga cabang di sekitar Kota Cirebon antara lain di Jalan Tujuh Pahlawan Revolusi (Tuparev), Jalan Juanda atau biasa disebut Plered, dan kawasan Batik Trusmi. 

BACA: Lezatnya Empal Asem Cirebon, Ini Empal Gentong Tanpa Santan

Anak kedua Haji Mahfudz (Apud) yang kini berperan sebagai penanggung jawab masakan kedai ini, Husen Agung (34) menceritakan perjalanan kakeknya yang dulu merintis kuliner legendaris di Cirebon ini. Dulu namanya Empal Gentong Pak Kumis.

"Dulu kakek di tahun 1994 awal jualan masih pake gentong dari tanah liat yang dipikul keliling pusat Kota Cirebon. Dulu pusat kota masih banyak kebun-kebun hijau," ujarnya saat disambangi KompasTravel di sela acara pembukaan Ibis Budget Cirebon, Selasa (5/8/2017).

Pikulan empal gentong memang amat besar dibanding pikulan kuliner lainnya seperti soto ataupun doclang. Bukan hanya besar, beratnyapun lebih dari yang lain karena gentong besarnya terbuat dari tanah liat.

Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon, di Sate Kambing Muda Haji Apud.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon, di Sate Kambing Muda Haji Apud.
Salah satu kunci racikan empal gentong yang enak, menurut Husen, adalah dimasak semua langsung ke dalam gentong dan menggunakan kayu akar sebagai perapiannya.

"Biar enak, semua rempah dan daging dimasak dalam satu gentong. Rempahnya akan meresap sepanjang perebusan," ungkap Husen.

BACA: Nasi Jamblang Ibad Otoy Cirebon Bikin Ketagihan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X