Mulai Langka, Sarapan dengan Serabi Sasak di Lombok

Kompas.com - 08/01/2018, 08:23 WIB
Inilah serabi sasak Mahuri di Lombok, NTB. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari konsumen. KOMPAS.COM/FITRIInilah serabi sasak Mahuri di Lombok, NTB. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari konsumen.
|
EditorI Made Asdhiana

MATARAM, KOMPAS.com - Jika Anda inginkan sarapan yang berbeda dengan sedikit teknik memburu makanan yang jarang ditemukan, Anda bisa memilih sarapan dengan serabi sasak di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca juga : Ada Serabi Telor, Serabi Oncom, Bikin Penasaran Kan?

Bentuknya tak sempurna bulat, berukuran lingkaran yang kita bentuk dari ujung jempol dan ujung jari telunjuk tangan kita, berbahan tepung beras, dan dibakar di atas api kecil yang biru.

"Ini saya siapkan sejak jam 3 malam, menyiapkan semua bahan bahan jualan, ada nasi, bubur tapi yang utama serabi ini. Untuk serabi harus benar perhitungannya bahannya agar terasa enak dan lembut di mulut," kata Hj. Mahuri, Minggu (7/1/2018) sambil melayani para pembelinya yang terus berdatangan.

Baca juga : Ayam Plecing di Lombok Ini Memang Mantap!

Mahuri adalah satu dari sejumlah pedagang serabi yang tersisa di Kota Mataram. Mahuri warga Karang Pule, Kecamatan Tanjung Karang Mataram, memilih menjajakan lapak kecil serabi sasaknya di lapangan Perumnas, Kota Mataram.

Hj. Mahuri, seorang pedagang serabi yang masih bertahan di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Serabinya dikenal enak, tidak salah jika dia bertahan hingga 20 tahun lamanya.KOMPAS.COM/FITRI Hj. Mahuri, seorang pedagang serabi yang masih bertahan di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Serabinya dikenal enak, tidak salah jika dia bertahan hingga 20 tahun lamanya.
Mahuri dikenal sangat akrab warga sekitar, mereka merasa Mahuri adalah bagian dari perjalanan masa kanak-kanak mereka di Perumnas. Bahkan jika ada yang tak kebagian serabi buatannya, pasti menangis.

Baca juga : Pantai Pandanan di Lombok, Surga Para Pelancong

Pemandangan itu langsung dilihat Kompas.com saat ikut memburu serabi Mahuri. "Serabinya habis, coba saya tanya apa ada yang mau berbagi serabi. Ada ini!" jawab Mahuri tak mau mengecewakan pembelinya meskipun hanya seorang anak-anak.

Orang tua bocah penggemar serabi pun membujuk anaknya yang menangis tak kebagian serabi.

Baca juga : Bagaimana Cara ke Lombok Tanpa Menggunakan Pesawat?

Parutan kelapa yang disebar di serabi dan lupis serta sentuhan kentalnya gula merah, membuat mata tak berkedip ingin segera pulang dan menikmati serabi bersama keluarga.

“Enak ya serabinya, gulanya enak, serabinya lembut, pingin lagi, pingin lagi terus serabinya,” kata Sultan yang menghabiskan sebungkus serabi.

Inilah serabi sasak Mahuri di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari.KOMPAS.COM/FITRI Inilah serabi sasak Mahuri di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski tampilannya sederhana tapi rasanya sangat enak dan digemari.
Tanti, warga Perumnas secara khusus mengatakan bahwa serabi sasak Mahuri adalah yang terbaik di kota Mataram.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X