Mari Jelajahi Pesona Pulau Kelapan di Teluk Sadai - Kompas.com

Mari Jelajahi Pesona Pulau Kelapan di Teluk Sadai

Kompas.com - 16/04/2018, 12:35 WIB
Plang nama Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menyambut para pengunjung. KOMPAS.com/HERU DAHNUR Plang nama Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menyambut para pengunjung.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Sebagai daerah kepulauan, Indonesia memiliki banyak gugusan pulau yang masih asri dengan pemandangan alam yang memesona.

Salah satunya bisa anda temukan di Pulau Kelapan, di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Untuk menuju pulau ini, pengunjung harus menggunakan speed boat atau perahu bermotor dengan waktu tempuh 30 menit dari Pelabuhan Sadai, Bangka Selatan.

Baca juga : Mie Ikan Toboali, Kuliner Wajib Coba Saat Liburan di Pulau Bangka

Selama dalam perjalanan, anda akan disuguhi pemandangan laut biru, gugusan pulau dan yang tak kalah serunya, dihempas ombak dalam perahu yang melaju kencang.

Ada dua versi yang menjelaskan arti nama dari Pulau Kelapan. Versi pertama mengartikan pulau yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Baca juga : Lempah Kuning dan Martabak Tampil di Lomba Kuliner Khas Bangka

Sementara versi kedua menyebutkan Pulau Kelapan sebagai pulau ke delapan dari beberapa gugusan pulau yang membentang di Teluk Sadai.

Perahu bermotor dengan kecepatan tinggi menjadi sarana menuju Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (14/4/2018).KOMPAS.com/HERU DAHNUR Perahu bermotor dengan kecepatan tinggi menjadi sarana menuju Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (14/4/2018).
Pulau yang mulai dikembangkan sebagai destinasi baru pariwisata ini, hampir seluruh bagiannya dikelilingi hutan bakau. Dari hutan bakau inilah, ikan dan udang berkembang biak yang menjadi salah satu penopang mata pencaharian masyarakat.

Pengunjung yang datang ke pulau ini, tidak hanya dari kalangan wisatawan lokal tapi juga dari luar negeri seperti Malaysia.

Baca juga : 5 Hidangan Khas Bangka Belitung, Daerah Asal Ahok

Ina Azizah, misalnya. Ia datang berombongan dari negeri jiran, Malaysia karena tertarik dengan kabar keindahan Pulau Kelapan.

“Ternyata pulau ini masih asri. Kehidupan nelayan juga masih tradisional,” kata Ina kepada Kompas.com, Sabtu (14/4/2018).

Baca juga : Geliat Kerenyahan Getas dan Ampiang Khas Bangka Belitung

Sementara Yetti, wisatawan lokal mengaku baru pertama kali mengunjungi Pulau Kelapan. Ia menilai pulau tersebut layak dikunjungi, lantaran memiliki banyak terumbu karang sebagai spot wisata selam.

Salah satu sudut Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung yang dihiasi bebatuan metamorf.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Salah satu sudut Pulau Kelapan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung yang dihiasi bebatuan metamorf.
Selain berenang maupun snorkeling, pengunjung bisa memacu adrenalin dengan menembus kawasan hutan untuk menemukan beberapa bagian pantai yang masih tersembunyi. Bagi yang hobi memancing ikan, bisa menyewa perahu disertai pemandu dari nelayan setempat.

Bebatuan metamorf banyak ditemukan di sepanjang bibir pantai. Selain itu terdapat banyak cangkang kerang yang bisa dijadikan suvenir.

Saat dalam perjalanan di tengah pulau, Kompas.com yang tergabung dalam Forum Orienteering Indonesia, juga menemukan goa alam yang konon menembus perbukitan hingga ke ujung pulau.

Tentu saja dibutuhkan waktu seharian agar bisa menikmati seluruh keindahan pulau. Untuk itu anda tidak perlu khawatir mencari tempat bermalam, karena rumah-rumah penduduk menyediakan fasilitas homestay.

Kepala Dusun Pulau Kelapan Abdul Hamid, mengatakan, ada sebanyak 60 kepala keluarga yang bermukim di pulau ini.

Jembatan kayu yang menghubungkan daratan Pulau Kelapan dengan dermaga kapal. Pulau Kelapan berada di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.KOMPAS.com/HERU DAHNUR Jembatan kayu yang menghubungkan daratan Pulau Kelapan dengan dermaga kapal. Pulau Kelapan berada di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Mayoritasnya merupakan keturunan Bugis, Sulawesi. Sehingga tidak mengherankan penduduk Pulau Kelapan tidak hanya berprofesi sebagai nelayan tapi juga mampu membuat kapal.

“Jika bahan kayunya cukup, kami bisa membuat satu kapal bagan dalam tiga bulan,” ujar Abdul.

Potensi Pulau Kelapan kini menunggu sentuhan berbagai pihak agar menjadi tempat liburan keluarga yang tidak hanya menyajikan keindahan alam, tapi juga aman dan nyaman untuk dikunjungi.


Komentar

Close Ads X