Restoran Cepat Saji Ini Tak Lagi Gunakan Sedotan Plastik - Kompas.com

Restoran Cepat Saji Ini Tak Lagi Gunakan Sedotan Plastik

Kompas.com - 12/11/2018, 19:13 WIB
Paket Bulgogi with Egg Burger ukuran medium seharga Rp 43.500 yang tersedia hingga 24 Desember 2018.KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARAYA Paket Bulgogi with Egg Burger ukuran medium seharga Rp 43.500 yang tersedia hingga 24 Desember 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - McDonald’s Indonesia menambah daftar panjang perusahaan yang ikut berkontribusi terhadap lingkungan hidup yang lebih baik dengan menghentikan pemakaian sedotan plastik.

Mulai hari ini, Senin (12/11/2018) McDonald’s Indonesia memulai gerakan #Mulaitanpasedotan yang bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah plastik dengan tidak lagi menyediakan dispenser sedotan plastik secara serentak di 189 gerai McDonald’s di seluruh Indonesia.

McDonald’s tidak akan memberikan sedotan plastik kepada pembeli, terkecuali pembeli meminta dengan alasan khusus.

“Sedotan ini masih bisa didapatkan di kasir dengan alasan khusus atau pembeli memang membutuhkan sedotan. Tapi penggunaan sedotan masih digunakan dibeberapa minuman yang ada di McCafe, seperti Mc Float. Untuk itu kita memulai dengan minuman yang mudah diimplementasikan seperti soft drink, air mineral, milo,” kata Sutji Lantika, Associate Director of Communication McDonald’s Indonesia dalam jumpa pers gerakan #Mulaitanpasedotan di McDonald’s Sarinah, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Baca juga: 5 Sajian Baru Cita Rasa Asia di McDonalds Indonesia, Sudah Coba?

#Mulaitanpasedotan adalah langka awal McDonald’s menuju perubahan di masa depan. McDonald’s berkomitmen untuk terus mencari solusi yang lebih ramah lingkungan untuk semua kemasan produk dan meminimalkan penggunaan plastik.

Selain itu, gerai makanan cepat saji ini ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai masalah lingkungan yang berdampak besar bagi dunia.

“McDonald’s Indonesia berharap gerakan ini akan mendorong masyarakat untuk berkontribusi dalam melindungi lingkungan. Kami mengajak semua orang mengambil langkah kecil untuk mengubah kebiasaan dengan tidak lagi menggunakan sedotan plastik dengan membantu mengurangi jumlah sampah plastik,” kata Sutji.

Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam jumpa pers mengatakan jika ada ketakutan baru persoalan sampah plastik.

“Ini (sampah) kalau masuk ke laut baru bisa terurai pulujan bahkan ratusan tahun. Ini bisa dilihat dampaknya yang mengancam ekosistem dari film dan foto yang ada. Ini juga dapat membahayakan kesehatan dalam bentuk mikroplastik. Oleh sebab itu ini langkah besar dan tentu diharapkan dapat menginspirasi semua restoran untuk melakukan yang sama. Sehingga kita bisa mengurangi sampah plastik,” jelasnya.



Close Ads X