Hotel Artotel di Bandung Ini Padukan Konsep Heritage, Modern, dan Seni - Kompas.com

Hotel Artotel di Bandung Ini Padukan Konsep Heritage, Modern, dan Seni

Kompas.com - 13/11/2018, 12:10 WIB
Hotel de Braga by Artotel menyuguhkan karya seni 7 seniman asal Bandung, di setiap sudut ruangan, termasuk di dalam kamar. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Hotel de Braga by Artotel menyuguhkan karya seni 7 seniman asal Bandung, di setiap sudut ruangan, termasuk di dalam kamar.

BANDUNG, KOMPAS.com – Bagi Anda pecinta sejarah, tentunya ingat dengan Sarinah, salah satu toko di Jalan Braga No 10, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pada zaman Belanda, Sarinah bernama toko Onderling Belang, cabang kedua dari toko sentra mode di Amsterdam. Adapun cabang pertamanya ada di Surabaya.

Toko yang dibuka tahun 1910 ini langsung menjadi pesaing utama toko Au Bon Marche, yang berada tidak jauh dari Onderling Belang.

Awal tahun 1960, Onderling Belang menjadi toko Sarinah dengan dagangan berupa kerajinan etnik nusantara. Di tahun 1990an, toko ini pun mati suri dan berubah menjadi lokasi yang kumuh.

Kamar Studio 25, artwork by Radhinal Indra di Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat. DOK. Artotel Group Kamar Studio 25, artwork by Radhinal Indra di Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat.

De Braga by Artotel

Tahun 2018, Sarinah kembali bangkit. Ia selesai bersolek dan kembali menjadi cantik, meski tidak mengubah bentuk fisik karena termasuk bangunan cagar budaya.

Baca juga: Artotel Yogyakarta Hadirkan Ajang Kolaborasi Seniman Muda

Di bagian depan, kata “Sarinah” yang berasal dari tulisan tangan Soekarno tetap terpatri. Warna merah dalam tulisan ini tampak kontras dengan cat bangunan putih, menyerupai warna bendera Indonesia.

Hotel de Braga by Artotel memadukan unsur legendaris kawasan Braga yang kental dengan suasana peninggalan zaman kolonial Belanda. Hotel ini pun dihiasi seni kontemporer yang menjadi ciri khas dari setiap properti yang dikelola Artotel Group. Dok Hotel de Braga by Artotel Hotel de Braga by Artotel memadukan unsur legendaris kawasan Braga yang kental dengan suasana peninggalan zaman kolonial Belanda. Hotel ini pun dihiasi seni kontemporer yang menjadi ciri khas dari setiap properti yang dikelola Artotel Group.

Uniknya, Sarinah kini tidak berdiri sendiri. Di bagian belakang Sarinah, terdapat pintu kaca yang akan menghubungkan pengunjung dengan lobi hotel yang diberi nama “ de Braga by Artotel”.

Mengimbangi desain Sarinah, bangunan de Braga pun dibuat dengan gaya art deco. Hal itu menguatkan unsur legendaris kawasan Braga yang kental dengan suasana peninggalan zaman Belanda.

“Kami tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada bagian facade-nya. Desain interiornya sendiri menampilkan gaya minimalis yang dibalut dengan sentuhan art deco,” ujar Erastus Radjimin, CEO Artotel, belum lama ini.

Sama dengan hotel yang dikelola Artotel lainnya, de Braga juga menampilkan nuansa seni kontemporer. Hal ini bisa dilihat dari berbagai sudut ruangan hotel, termasuk di dalam kamar.

Tujuh Seniman

Untuk menghadirkan nuansa seni kontemporer dalam hotel, Artotel berkolaborasi dengan tujuh seniman muda lokal Bandung.

Mereka adalah Addy Debil, Agung, Argya Dhyaksa, Elfandiary, Erwin Windu Pranata, Radhinal Indra, dan Riany Karuniawan.

Swimming Pool Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat. DOK. Artotel Group Swimming Pool Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat.
Karya seni yang ditampilkan para seniman ini mengambil tema botani atau tumbuh-tumbuhan. Itu terinspirasi dari latar belakang Kota Bandung yang terkenal sebagai "Kota Kembang" dan perkebunan tehnya.

Karya ketujuh seniman itu menghiasi setiap lantai dan kamar hotel. Seperti di sekitaran lobi, lantai 2 tempat art space berdiri, hingga di restoran.

Di dalam kamar, karya seni tersebut bisa dilihat di salah satu dinding. Sehingga pengunjung yang menginap bisa sekaligus menikmati karya seni seniman Bandung.

Fasilitas de Braga

Vanjou, Marketing Communication Manager De Braga mengatakan, hotel pertama Artotel di Bandung ini memiliki 14 lantai, 112 kamar, dengan 6 ruang meeting yang dinamakan meet space.

Berbeda dengan hotel lainnya, de Braga by Artotel memiliki art space. Selain untuk memajangkan koleksi seni, tempat ini menjadi ajang interaksi tamu dengan seniman lewat workshop. KOMPAS.com/RENI SUSANTI Berbeda dengan hotel lainnya, de Braga by Artotel memiliki art space. Selain untuk memajangkan koleksi seni, tempat ini menjadi ajang interaksi tamu dengan seniman lewat workshop.
Hotel ini pun memiliki galeri seni atau art space, kolam renang, dan dua tempat hangout yang buka 24 jam. Tempat kongkow itu yakni Kunst Bistro di lantai 3 dan kafe B-10.

“Untuk kamar sendiri kita punya tiga tipe yakni studio 25, studio 35, dan de Braga suite,” ucapnya.

Setiap kamar dilengkapi fasilitas LED 42 inch, koneksi internet Wi-Fi, mini bar, safe deposit box, dan mesin kopi Dolce Gusto.

“Untuk MICE-nya kita berkapasitas 10-200 pax. Biasanya yang meeting dari Jakarta dan Bandung,” tuturnya.

Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat. DOK. Artotel Group Hotel de Braga by Artotel, hotel baru dari Artotel Group dibuka pada 18 Agustus 2018 di Jalan Braga No.10, Bandung, Jawa Barat.
MICE ini pun mendongkrak okupansi hotel pada weekday. Pada kondisi normal, okupansi hotel di weekend mencapai 100 persen, dan 70-75 persen di weekday.

“Kalau ada yang gunakan MICE, weekday pun 100 persen,” ungkap Vanjou.



Close Ads X