Jalan Panjang Banyuwangi Memiliki Bandara Internasional

Kompas.com - 25/12/2018, 10:08 WIB
Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - "Alhamdulilah, akhirnya ada penerbangan internasional dari Banyuwangi. Cita-cita almarhum suami saya tercapai," kata Erna Samsul Hadi, istri bupati Banyuwangi, Samsul Hadi periode 2000-2005 saat ditemui Kompas.com di terminal keberangkatan Bandara Internasional Banyuwangi, Rabu (19/12/2018).

Erna dan kedua anaknya difasilitasi Pemkab Banyuwangi untuk ikut penerbangan perdana rute Banyuwangi Kuala Lumpur yang berangkat pukul 08.20 WIB.

Baca juga: Citilink Terbang dari Banyuwangi - Kuala Lumpur PP

Berangkatnya keluarga almarhum Samsul Hadi ke Kuala Lumpur sebagai bentuk penghormatan karena menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Samsul Hadi adalah pencetus awal pembangunan bandara di Banyuwangi.

"Saya ingat saat menjadi anggota DPR RI, bupati Samsul datang ke Jakarta untuk meminta dukungan pembangunan di Banyuwangi, salah satunya pembangunan bandara," kata Anas.

Baca juga: Batik Air Terbang Perdana ke Banyuwangi, Pesawat Hampir Penuh

Saat menjabat Bupati Banyuwangi, Samsul Hadi memilih lahan di wilayah Kecamatan Glenmore. Namun karena topografinya tidak layak untuk bandara, maka melalui keputusan menteri nomer 49 tahun 2002 ditentukan lahan pembangunan bandara di Desa Blimbingsari.

Pembangunan bandara tersebut sempat mangkrak selama bertahun-tahun bahkan menyeret Bupati Samsul dan Bupati Ratna ke penjara karena kasus korupsi pembebasan lahan.

Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Penerbangan perdana internasional Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).
Pembangunan bandara terus berjalan menggunakan APBN. Pada 29 Desember 2010 penerbangan komersial dibuka pertama kali oleh maskapai Sky Aviation.

Penandatanganan prasasti Bandara Blimbingsari dilakukan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantoro, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Baca juga: Kuliner Pilihan di Jalur Mudik Trans Jawa, Pasuruan, Malang, hingga Banyuwangi

Saat ini Bandara Blimbingsari  yang berubah nama menjadi Bandara Banyuwangi pada Oktober 2017, juga digunakan untuk sekolah pilot antara lain Bali International Flight Academy dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi serta Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).

Terminal Bandara Banyuwangi juga dirancang sebagai bandara berkonsep green building pertama di Indonesia.

Baca juga: Banyuwangi Siap Bidik Turis Timur Tengah

Bentuk bandara yang mengadopsi Udeng, atau tutup kepala laki-laki Suku Using, tetap sejuk meskipun tanpa AC dan mempunyai arsitektur unik berkarakter lokal dan dilengkapi Kiling (kincir angin khas Suku Using).

Selain itu, Pemkab Banyuwangi melarang pembangunan di sekitar bandara sehingga sawah yang ada di sekitar bandara menambah asri bandara yang masuk wilayah Kecamatan Blimbingsari.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat penerbangan perdana Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).ARSIP HUMAS PEMKAB BANYUWANGI Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat penerbangan perdana Citilink rute Banyuwangi-Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2018).

Hadiah Hari Jadi ke-247 Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan penerbangan internasional perdana yang menghubungkan Banyuwangi-Kuala Lumpur pada 19 Desember 2018 merupakan hadiah Hari Jadi ke-247 Banyuwangi pada 18 Desember 2018.

“Saya tidak akan menyerah untuk mengusahakan penerbangan internasional karena ini momentum Hari Jadi Banyuwangi. Ketika beberapa orang saya hubungi menyerah, saya tetap berusaha. Saya menyadari bahwa yang di Jakarta bukan hanya Banyuwangi yang diurusi. Tapi kalau saya ya harus tepat berusaha,” jelas Anas.

Halaman:



Close Ads X