Menikmati Kesejukan Gunung Gede

Kompas.com - 04/02/2019, 09:14 WIB
Gazebo di Puncak Gunung Gede, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Minggu (3/2/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONOGazebo di Puncak Gunung Gede, Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Minggu (3/2/2019).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Mengunjungi Gunungkidul, berbagai wisata alam menarik tersaji di kabupaten paling luas di DI Yogyakarta ini. Tak hanya pantai dan goa, namun bentang alam lainnya salah satunya Puncak Gunung Gede, di Desa Getas, Kecamatan Playen.

Untuk mengunjungi Gunung Gede, bisa melalui sisi barat atau dari Bantul, menuju Kecamatan Dlingo ke arah Kecamatan Playen. Setelah melewati jembatan, dan tanjakan ada di sisi kiri.

Jika pengunjung dari Wonosari bisa menuju ke Kecamatan Dlingo melalui Kecamatan Playen. Akses jalannya cukup mudah karena merupakan jalan provinsi.

Baca juga: Menikmati Keindahan Pantai Wediombo dan Pantai Greweng di Gunungkidul

Sesampainya di lokasi wisatawan akan disajikan dengan pemandangan pepohonan yang hijau dan asri dari atas ketinggian. Untuk mencapai spot tersebut, pengunjung harus melewati jembatan dari bambu sepanjang puluhan meter. Jika cuaca cerah di sisi utara bisa menyaksikan Gunung Merapi.

"Dulu sebelum dikembangkan jadi wisata, lokasi di sini digunakan warga untuk menyaksikan Merapi. Apalagi pas erupsi seperti saat ini," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gede, Sukardi, kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

Baca juga: SBY Kagumi Pantai Pulang Sawal atau Indrayanti di Gunungkidul

Mata pengunjung akan dimanjakan pemandangan alam berupa perbukitan nan asri dari puncak Gunung Gede. Jika menyaksikan arah barat, bisa melihat kelokan jalan Dlingo-Playen yang indah.

"Pemandangan yang disajikan di sini, baik sunset dan sunrise terlihat. Kalau pagi juga di sini aka nada kabut, jadi seperti ada diatas kabut," ucapnya.

Untuk masuk, wisatawan hanya perlu membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan untuk mobil sebesar Rp 5.000. Saat ini sendiri sejumlah fasilitas, selain spot foto juga sudah ada gazebo, toilet, mushola. "Ke depan akan dikembangkan kuliner khas di sini," kata Sukardi.

Mengurangi Pengagguran Pemuda Desa

Sukardi mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam pengembangan obyek wisata ini yaitu minimnya anggaran dan jumlah pengelola yang masih sedikit, sekitar 20 orang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X