Kompas.com - 07/02/2019, 18:13 WIB
Kuo tieh, sejenis gyoza tradisional China. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKuo tieh, sejenis gyoza tradisional China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain terkenal akan ramen dan sushi, kuliner Jepang juga mengenal gyoza. Salah satu jenis makanan ringan yang berbentuk “daging bungkus” alias dumpling.

Gyoza yang dikenal secara umum diolah dengan cara dipanggang, tetapi ada pula yang dikukus. Namun, bukan tak mungkin gyoza Jepang merupakan adaptasi dari khazanah kuliner China.

Dalam aspek sejarah, kedua negara memang telah berhubungan lama, mulai dari hubungan dagang hingga upaya penjajahan dari Jepang. Dalam soal makanan, hubungan ini telah menularkan hidangan “lamian” dari China menjadi ramen di Jepang.

Baca juga: Makan Sushi di Jepang? Catat Panduan Lengkap Ini...

Kembali soal gyoza, China juga memiliki kudapan serupa yang dijuluki “jiaozi”. Istilah ini merujuk pada jenis kudapan berbahan daging cincang yang digumpalkan dengan bungkus kulit berbahan tepung terigu.

Di Indonesia, suikiaw mungkin menjadi jenis jiaozi yang paling populer. Padahal, ada satu lagi jenis jiaozi yang tak kalah nikmat, yakni kuo tieh. Sama-sama dipanggang, kuo tieh dan gyoza bisa dibilang sangat mirip.

Hal ini dibenarkan oleh Kiki (53), pemilik rumah makan Kuo Tieh Shandong 68 di bilangan Pancoran Jakarta Barat.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau orang Jepang suka bilangnya gyoza,” katanya kepada KompasTravel Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Siap Makan Sushi Tuna Sepuasnya di Tokyo?

Kulit kuo tieh dibuat menggunakan tepung terigu. Berdasarkan pantauan KompasTravel, adonan kulit digiling berulang kali hingga pipih dan lebar. Lalu, adonan daging cincang yang telah dibubuhi beberapa jenis sayur dibungkus menggunakan kulit tersebut.

Di Kuo Tieh Shandong 68, daging yang digunakan merupakan daging babi. Sedangkan sayurannya terdiri dari rajangan sawi putih dan daun bawang. Di tempat lain, kuo tieh ada yang dimodifikasi menggunakan daging yang halal, serta menggunakan kucai.

Pegawai Kuo Tieh Shandong 68 di bilangan Pancoran Jakarta Barat sedang menyiapkan adonan kuo tieh yang akan dipanggang di wajan khusus berbahan baja. Kuo tieh dipanggang menggunakan api besar.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Pegawai Kuo Tieh Shandong 68 di bilangan Pancoran Jakarta Barat sedang menyiapkan adonan kuo tieh yang akan dipanggang di wajan khusus berbahan baja. Kuo tieh dipanggang menggunakan api besar.
Setelahnya, adonan kuo tieh akan diletakkan dalam sejenis wajan baja berdiameter kira-kira 50 cm yang telah terlapisi minyak. Wajan ini sanggup menampung setidaknya 50 buah adonan kuo tieh sekaligus.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.