5 Tips Menikmati Pesona Tanjung Papuma Jember dari Siti Hinggil

Kompas.com - 14/02/2019, 16:13 WIB
Keindahan Tanjung Papuma sisi barat dilihat dari Siti Hinggil.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Keindahan Tanjung Papuma sisi barat dilihat dari Siti Hinggil.

JEMBER, KOMPAS.com – Keindahan Tanjung Papuma di Kabupaten Jember memang menjadikannya sebagai destinasi favorit wisatawan. Ketika hari libur, Tanjung Papuma hampir pasti dipadati oleh banyak wisatawan, baik dari Jember atau daerah lain.

Keunikan Tanjung Papuma adalah pasirnya yang berwarna putih. Warna pasirnya berbeda dengan pantai di sekitarnya seperti Watu Ulo dan Payangan yang berwarna hitam.

Baca juga: Panorama Tanjung Papuma Jember dari Siti Hinggil, Serasa di Luar Negeri

Selain itu, lanskap yang tersaji di sana pun begitu indah dengan barisan perbukitan dan gugusan batu karangnya. Keindahan Tanjung Papuma paling pas dinikmati dari Siti Hinggil.

Berikut 5 tips menikmati pesona Tanjung Papuma Jember dari Siti Hinggil:

1 Datang Pagi atau Sore

Pagi atau sore hari menjadi waktu yang paling pas untuk menikmati keindahan Tanjung Papuma dari Siti Hinggil. Panorama ke arah timur yang terbentang di depan mata membuat matahari terbit bisa disaksikan dengan jelas.

Baca juga: Jelajah Keindahan Tanjung Papuma, Pantai Pasir Putih Kebanggaan Jember

Matahari terbit akan muncul perlahan dari barisan perbukitan yang membentang di cakrawala timur. Teluk raksasa di depan mata juga semakin membuat nuansa sunrise menjadi semakin syahdu dengan air laut yang memantulkan cahaya oranye matahari pagi.

Sementara itu sore hari juga tidak kalah indah. Matahari akan terbenam dengan begitu syahdu di langit sebelah barat. Keindahan momen sunset semakin menawan ketika barisan perbukitan seakan menyambut sang surya yang kembali ke peraduannya.

2 Persiapkan Fisik

Meski tidak terlalu tinggi, perjalanan menuju Siti Hinggil harus dilakukan melalui tanjakan. Tentu jalan menanjak lebih melelahkan daripada jalan datar. Oleh karena itu, kondisi fisik harus dipersiapkan jika berencana mengunjungi Siti Hinggil di Tanjung Papuma Jember.

Baca juga: Ingin Berkunjung ke Tanjung Papuma Jember, Perhatikan 5 Hal Ini

Untungnya sekarang kondisi jalan sudah begitu baik dengan anak tangga sehingga mudah untuk dilalui. Dengan membayar tarif masuk sebesar Rp 10.000, wisatawan sudah berkintribusi dalam perawatan dan pengembangan kawasan Siti Hinggil ini.

3 Bawa Perlengkapan Berfoto dan Lensa Wide

Tanjung Papuma sisi timur berupa cekungan raksasa, dilihat dari Siti Hinggil.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Tanjung Papuma sisi timur berupa cekungan raksasa, dilihat dari Siti Hinggil.

Keindahan yang tersaji di Siti Hinggil jelas sangat disayangkan jika tidak diabadikan. Tangan seolah gatal untuk segera mengabadikan keindahan panorama melalui lensa kamera, termasuk kamera ponsel.

Guna semakin menghidupkan hasi jepretan, maka akan lebih baik jika turut serta membawa perlengkapan berfoto. Salah satu yang hendaknya dibawa adalah kamera yang baik agar mampu mengabadikan panorama dengan maksimal.

Baca juga: Romantisnya Teluk Love di Pantai Payangan Jember

Saat ini memang sudah banyak kamera yang mampu menghasilkan gambar yang memukau, baik itu kamera DSLR, morrorless, atau smartphone. Namun agar hasil foto semakin maksimal, lebih baik jika menggunakan lensa wide atau lebar.

Lensa wide mampu menangkap gambar secara lebih luas sehingga akan lebih banyak sudut-sudut cantik Tanjung Papuma yang bisa dimuat dalam satu bingkai foto. Selain itu, dengan lensa lebar, maka dua pantai yang mengahadp timur dan barat bisa dijepret sekaligus.

4 Waspada angin kencang

Ketika berada di puncak Menara Pandang Siti Hinggil, kemungkinan angin akan berembus dengan kencang. Selama periode musim hujan seperti Bulan Februari, angin dari arah barat akan bertiup kencang.

Oleh karena itu, wisatawan yang sedang berkunjung ke Siti Hinggil harus waspada dengan angin kencang itu. Kewaspadaan terutama harus ditingkatkan bagi mereka yang sedang berfoto dengan atribut untuk semakin mempercantik hasil jepretan.

Baca juga: 5 Tips Berwisata ke Teluk Love Pantai Payangan Jember

Salah satu contohnya jika membawa topi cantik untuk berfoto, maka jangan sampai topi itu terbang tertiup angin. Begitu juga yang memotret menggunakan tripod. Embusan angin bisa saja merobohkan tripod sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada kamera.

5 Tetap Menjaga Kebersihan dan Tidak Melakukan Vandalisme

Keindahan Tanjung Papuma dari Siti Hinggil yang seolah seperti di Selandia Baru.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Keindahan Tanjung Papuma dari Siti Hinggil yang seolah seperti di Selandia Baru.

Menikmati keindahan Tanjung Papuma dari Siti Hinggil memang begitu nikmat jika dilakukan sembari menyantap cemilan. Namun hendaknya sampah tetap harus dibuang di tempatnya.

Selain merusak keindahan, angin yang berembus kencang di Siti Hinggil bisa menerbangkan sampah sampai ke lautan. Hal ini tentunya akan mencemari lautan. Tentu Tanjung Papuma tidak akan lagi cantik ketika sampah menumpuk di antara gugusan karang dan pasir putihnya.

Tak hanya harus menjaga kebersihan, wisatawan juga tidak boleh melakukan vandalisme di sini. Segala bentuk pengerusakan fasilitas dan corat-coretan tentu akan mengurangi pesona keindahan Siti Hinggil di Tanjung Papuma Jember ini.



Close Ads X