Kompas.com - 18/02/2019, 07:23 WIB
Dinding rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim, yang menggunakan anyaman bambu. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIDinding rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim, yang menggunakan anyaman bambu.

Ia juga mengatakan, Desa Kemiren adalah salah satu desa yang masih dengan mudah ditemukan rumah adat Using yang berfungsi sebagai rumah tinggal.

Dia juga menjelaskan bagian-bagian struktur rumah adat Using antara lain Sangga Tepas, Gelandar, Saka, Ubag, Ampig-ampig, Jait Cendhek, Doplak, Suwunan, Ander, Penglari, Jait Dhawa, Reng dan Dur.

Sementara untuk dinding samping dan belakang rumah, masyarakat Using memilih menggunakan bambu yang disebut ghedeg pipil dan untuk bagian depan menggunakan Gebyog yang terbuat dari kayu.

Selain itu, keunikan rumah adat Using adalah konstruksi bangunan yang dapat dibongkar pasang menggunakan sistem tanding tanpa paku tapi menggunakan sasak pipih yang bernama paju.

Rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim, dengan menggunakan gebyok di bagian depan.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim, dengan menggunakan gebyok di bagian depan.
"Saat anak menikah, biasanya orang tua akan membangunkan rumah tikel balung baik lama atau pun baru karena rumah Using ini kan bisa bongkar pasang dan tanpa menggunakan paku sehingga mudah untuk dipindahkan," kata Arif.

Untuk bagian dalam rumah adat Using dibagi dalam beberapa bagian yaitu amper atau bagian depan rumah, bale yang merupakan ruang tamu atau ruang kegiatan adat, njerumah atau njero omah yang berarti bagian dalam rumah tempat aktivitas pribadi pemilik rumah dan pawon atau dapur serta ampok yang berada di kanan dan kiri rumah.

Untuk menuju ke dapur, biasanya tamu akan melewati samping rumah, dan masuk melalui pintu dapur sehingga tidak perlu melewati bagian njerumah.

Rata-rata kayu yang digunakan untuk membangun rumah Using berasal dari Pohon Bendo yang zaman dulu cukup mudah ditemukan. Tentunya, pohon yang dipilih adalah pohon Bendo yang cukup tua sehingga rumah yang didirikan lebih awet.

Atap model Tikel Balung (depan) dan Cerocogan (belakang) rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim. Di bagian samping juga digunakan untuk menyimpan kayu kabar untuk kegiatan memasak.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Atap model Tikel Balung (depan) dan Cerocogan (belakang) rumah adat Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jatim. Di bagian samping juga digunakan untuk menyimpan kayu kabar untuk kegiatan memasak.
Sementara itu Buang (55), warga Kemiren mengaku jika rumah yang dia tempati saat ini adalah warisan dan kakeknya.

Rumah yang berada tepat di pinggir jalan Desa Kemiren tersebut memiliki lima atap yang terdiri dari Tikel Balung dan Baresan, sementara Cerocogan untuk bagian belakang. Tikel Balung bagian depan berukuran 10 meter dan ukurannya sama dengan ruang bagian belakang yang digunakan njerumah dan pawon.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X