"Haram" Bungkusan Plastik di Pasar Dhoplang Wonogiri

Kompas.com - 02/05/2019, 19:10 WIB
Seorang pedagang sedang menyiapkan nasi thiwul di Pasar Dhoplang KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDASeorang pedagang sedang menyiapkan nasi thiwul di Pasar Dhoplang

WONOGIRIKOMPAS.com - Wonogiri memiliki aneka makanan tradisional, seperti cabuk atau thiwul. Namun aneka makanan khas tersebut sudah sulit ditemui.

Jangan menyerah, Anda bisa berwisata kuliner khas Wonogiri di Pasar Dhoplang. Tak hanya wisata kuliner, Anda juga bisa belajar bahasa Jawa karena diharapkan semua pengunjung harus berbahasa Jawa saat bertransaksi.

Uniknya, di pasar ini plastik diharamkan. Pedagang menggunakan daun jati atau pisang sebagai pembungkus makanan.

Pasar Dhoplang berlokasi di Kampung Kembar, Desa Pandan Slogohimo, Wonogiri. Di pasar ini, jika ingin menikmati jajanan, pengunjung bisa duduk-duduk di atas tikar yang telah digelar di antara pohon jati yang membentang sekitar 1.300 meter persegi.

Baca juga: Menikmati Sejuk dan Asrinya Alam di Bendungan Candi Muncar Wonogiri

Asyiknya, setiap kali datang, pengunjung diwajibkan untuk menggunakan bahasa Jawa. Sehingga rasanya pasar ini pas untuk digunakan sebagai tempat belajar bahasa Jawa.

Selain bahasa, para pedagang menggunakan pakaian Jawa tradisional seperti kebaya, jarik dan lurik. Hal ini dimaksudkan supaya Pasar Dhoplang bisa ikut menjaga kebudayaan Jawa tetap lestari.

Selain lokasinya yang asik karena berada di antara naungan pepohonan, di Pasar Dhoplang pengunjung bisa pula membeli aneka rupa makanan yang sudah sangat jarang ditemukan. Seperti tempe besengek, nasi thiwul, cabuk, atau sego bancakan.

mata uang koin dari kayu di Pasar DhoplangKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA mata uang koin dari kayu di Pasar Dhoplang

Untuk melakukan transaksi di Pasar Dhoplang, pengunjung menggunakan uang koin kayu yang sebelumnya ditukarkan dengan uang asli. Harga-harga makanan pun cukup murah, hanya berkisar Rp 1.000 - Rp 5.000 per porsi.

Meskipun tanpa plastik, untuk Anda yang tidak ingin kerepotan membawa bungkusan sebagai  oleh-oleh, Pasar Dhoplang juga menyediakan alternatif pengganti plastik berupa tas kain yang sudah disablon dengan label Pasar Dhoplang yang bisa dibeli seharga Rp 5.000.

Baca juga: 4 Tips Berwisata ke Soko Langit, “Infinity Pool”-nya Wonogiri

Pasar Dhoplang hanya buka setiap hari Minggu dari pukul 06.00-09.00. Saking murah dan uniknya pasar ini, tak heran kalau Pasar Dhoplang selalu dipadati pengunjung. Karena itu sangat disarankan untuk berkunjung ke pasar ini sepagi mungkin.

Menurut Lilis sebagai inisiator Pasar Dhoplang, pasar unik di Wonogiri ini pada awalnya bermula dari para ibu-ibu yang sedang melakukan kegiatan dasa wisma. Awalnya hanya sekitar 11 pedagang, kini ada sekitar 70-an pedagang di Pasar Dhoplang Wonogiri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X