Kompas.com - 28/05/2019, 03:03 WIB
Benteng Van Den Bosch Ngawi https://www.flickr.comBenteng Van Den Bosch Ngawi

3. Benteng Pendem Ngawi

Benteng ini kerap dijuluki masyarakat dengan nama Benteng Pendem. Benteng peninggalan Belanda ini terlihat artistik dan bersejarah ketika diabadikan dari balik lensa.

Dulunya benteng ini dihuni tentara Belanda 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri dipimpin oleh Johannes van den Bosch.

Meski sudah berusia sangat lama, namun Benteng Pendem Van Den Bosch masih memperlihatkan sisa-sisa kemegahan masa lalunya.

Selain Benteng, datang ke lokasi Benteng Pendem pengunjung juga bisa menjajal masuk ke area Taman Labirin yang lokasinya berada sekitar 200 meter dari lokasi benteng.

4. Kebun Teh Jamus

Kebun Teh Jamushttps://www.flickr.com Kebun Teh Jamus
Kebun Teh Jamus berada di lereng utara Gunung Lawu. Tepatnya di Desa Girikerto Kecamatan Sine Ngawi.

Obyek wisata ini dikelola oleh PT. Candi Loka yang memproduksi teh dan air mineral Jamus. Hamparan hijaunya perkebunan teh yang luas berpadu hawa sejuk yang berhembus tentunya bakal membuat Kamu betah berlama-lama.

Kebun Teh ini sekaligus dilengkapi dengan fasilitas kolam renang berbentuk hati yang makin memanjakan pengunjung selama menghabiskan waktu di kawasan Kebun Teh Jamus.

5. Museum Trinil

Pengunjung berfoto bersama di sela-sela melihat fosil purba yang dipamerkan di Museum Purbakala Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (11/7/2018). Sejarah berdirinya Museum Trinil berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois pada 1891 di bantaran Sungai Bengawan Solo di kawasan tersebut. 

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA (BAH)
11-07-2018BAHANA PATRIA GUPTA Pengunjung berfoto bersama di sela-sela melihat fosil purba yang dipamerkan di Museum Purbakala Trinil di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (11/7/2018). Sejarah berdirinya Museum Trinil berawal dari penemuan fosil Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois pada 1891 di bantaran Sungai Bengawan Solo di kawasan tersebut. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA (BAH) 11-07-2018
Museum tempat menyimpan benda-benda purbakala ini berada di Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.

Lokasi museum ini layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air yang cenderung berada di pinggiran sungai, Museum Trinil berada di pinggiran Bengawan Solo.

Pada halaman museum terdapat bangunan berupa monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs di kawasan ini.

Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus

Selain fosil manusia purba di dalam museum juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, seperti gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa.

 

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X