Kompas.com - 05/06/2019, 16:03 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com – Menuju puncak gunung biasanya identik dengan aktivitas berat yang melelahkan dan menguras fisik. Hanya mereka dengan fisik yang kuat-lah yang bisa mencapai puncak gunung.

Beberapa gunung favorit pendakian seperti Merbabu dan Lawu membutuhkan waktu sekitar enam sampai delapan jam bagi pendaki untuk bisa mencapai puncaknya dengan jalan kaki. Tentu hal ini membuat seseorang harus rajin berolah raga sebelum mulai mendaki.

Baca juga: Mendaki Gunung Andong yang Ramai seperti Pasar di Akhir Pekan

Namun bagi kamu yang tidak ingin melakukan aktivitas fisik untuk mendaki, mencapai puncak gunung bukanlah hal yang mustahil. Ada satu gunung di Provinsi Jawa Tengah yang puncaknya bahkan bisa dijangkau tanpa aktivitas fisik sama sekali.

Gunung itu adalah Telomoyo yang memiliki ketinggian 1.894 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Magelang dan Semarang. Rute ke puncak salah satunya adalah dari Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Naik motor ke puncak gunung

Gunung Telomoyo memang lebih tinggi dari Gunung Andong dengan ketinggian 1.463 mdpl yang menjadi favorit pendaki. Namun, perjalanan ke puncak Gunung Telomoyo bisa dilakukan tanpa menguras fisik.

Bukan karena adanya kereta gantung atau tangga berjalan, menuju puncak gunung setinggi 1.894 mdpl itu ternyata bisa dilakukan dengan mengendarai sepeda motor. Ada akses jalan yang bisa kamu tempuh untuk mencapai puncaknya.

Jika ingin mencapai Puncak Gunung Telomoyo menggunakan sepeda motor, perjalanan bisa dimulai dari lokasi bernama Area Parkir Wisata G. Telomoyo yang bisa ditemukan pada aplikasi Google Maps.

Baca juga: Indahnya Sabana dan Dataran Tinggi Dieng dari Gunung Prau

Dari area parkir, kamu harus membayar Rp 10.000 meneruskan perjalanan menuju puncak. Sebelum meneruskan perjalanan, kamu bisa bersantai terlebih dahulu di area parkir yang fasilitasnya sudah cukup lengkap mulai dari saung, mushalla, dan toilet.

Menerjang jalan penuh lubang

Meski bisa dijangkau dengan sepeda motor, menuju Puncak Gunung Telomoyo bukanlah perjalanan yang mulus. Kondisi jalan menuju puncak sudah cukup rusak dan penuh dengan lubang.

Kendaraan hanya bisa melaju dengan pelan. Di beberapa titik, kecepatan motor mungkin hanyalah di bawah lima kilometer per jam saking rusaknya jalan. Selain itu, pengemudi juga harus berhati-hati agar tidak sampai kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Ilustrasi jalan rusak.Shanghaiist Ilustrasi jalan rusak.
Untungnya tak ada tanjakan terjal yang harus dilewati saat berkendara menuju puncak Gunung Telomoyo. Kondisi jalan itu bisa dilalui oleh banyak jenis motor mulai dari trail hingga bebek. Bahkan motor matic pun bisa sampai ke puncak.

Khusus bagi motor matic, pengendara harus pintar untuk memilih bagian jalan yang tidak terlalu rusak. Hal itu karena matic cukup ceper sehingga bagian bawah kendaraan rawan tergores ketika melalui lubang yang terlalu dalam.

Kantor dan menara repeater

Sesampainya di puncak tertinggi Gunung Telomoyo, jangan bayangkan kondisinya seperti gunung-gunung lainnya berupa tanah datar untuk berkemah atau pemandangan terbuka ke segala arah.

Di puncak Telomoyo, yang akan kamu temukan hanyalah beberapa menara repeater yang menjulang tinggi dan kantor pengelola di sekitarnya. Kawasan menara tidak boleh dimasuki selain petugas berwenang. Saat hari libur biasanya gerbang digembok rapat.

Kantor pengelola dan menara repeater di puncak Gunung Telomoyo, Jawa Tengah. Selain petugas, dilarang masuk.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Kantor pengelola dan menara repeater di puncak Gunung Telomoyo, Jawa Tengah. Selain petugas, dilarang masuk.
Pemandangan terbuka hanya tersaji ke arah barat saja. Dari kawasan puncak tertinggi, tampak panorama Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, serta Gunung Ungaran. Terlihat pula barisan perbukitan dari ketinggian. Jika cuaca cerah, Rawa Pening juga akan menampakkan dirinya.

Baca juga: 4 Tips Mendaki Gunung Andong pada Hari Libur

Jika ingin menyaksikan pemandangan ke sisi lain, pengunjung harus turun sejenak ke kawasan bawah puncak. Dari sini pemandangan ke arah Gunung Merbabu yang menjulang tinggi di sisi selatan baru bisa terlihat.

Panorama Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau dari Gunung Telomoyo, serta pegunungan di sekitarnya.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Panorama Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau dari Gunung Telomoyo, serta pegunungan di sekitarnya.
Spot foto populer lainnya ada di landasan paralayang. Landasan ini menghadap ke sisi sebelah timur. Sementara bagi yang ingin berkemah, hal itu bisa dilakukan di pinggir jalan aspal dengan space tidak terlalu luas.

Baca juga: Gunung Gandul Wonogiri yang Cocok Didaki Ketika Musim Hujan

Buat kamu yang ingin benar-benar mendaki, ada jalur pendakian Gunung Telomoyo dengan berjalanan kaki. Pendakian ini bisa dilalui melalui Basecamp ARSAL. Namun rute pendakian melalui jalur tersebut tidak sampai ke puncak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.