7 Tips untuk Meminimalkan Risiko Tersesat saat Mendaki Gunung

Kompas.com - 09/07/2019, 18:07 WIB
Ilustrasi Pendaki Gunung.Shutterstock Ilustrasi Pendaki Gunung.

KOMPAS.com – Tragedi hilangnya Thoriq Rizki Maulidan di Gunung Piramid Bondowoso selain meninggalkan duka mendalam, juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pendaki gunung.

Tentu semua orang berharap agar tidak ada tragedi pendaki gunung yang hilang ke depannya. Guna mewujudkan harapan itu, dibutuhkan usaha dan upaya untuk setidaknya mengurangi risiko tersesat saat mendaki gunung.

Baca juga: 6 Gunung di Jawa Tengah yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Lalau apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalkan risiko tersesat ketika mendaki gunung? Berikut 7 tips yang dihimpun KompasTravel.

1. Mendaftar di basecamp pendakian

Sebelum mendaki, lebih baik jika kamu terlebih dahulu melapor atau mendaftar di basecamp pendakian. Biasanya pihak basecamp akan memberikan peta sehingga ada gambaran mengenai jalur pendakian yang akan dilalui nantinya.

Petugas Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Tambi (Sigedang) melakukan briefing kepada pendaki sebelum berangkat. (30/06/2019)KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Petugas Basecamp Pendakian Gunung Sindoro via Tambi (Sigedang) melakukan briefing kepada pendaki sebelum berangkat. (30/06/2019)
Beberapa basecamp pendakian kini juga menjelaskan setiap pendaki agar mereka lebih mengerti seputar jalur pendakian yang akan dilewati. Prosedur ini ditujukan untuk meminimalkan risiko tersesat sejak pendakian dimulai.

Baca juga: 8 Tips Mendaki Gunung Sindoro via Kebun Teh Tambi Wonosobo

Selain itu andai seorang pendaki tersesat, pihak basecamp juga bisa untuk segera mengambil tindakan penyelamatan. Biasanya jika pendaki belum turun usai melewati rencana waktu turun yang ditulisnya saat akan mendaki, pihak basecamp akan segera menyiagakan personel.

2. Sewa pemandu

Untuk lebih meminimalkan risiko tersesat, ada baiknya untuk menyewa pemandu. Beberapa basecamp pendakian kini menyediakan jasa pemandu untuk menjaga pendaki tetap berjalan di jalur semestinya sehingga mereka tidak akan salah jalur dan tersesat.

Ilustrasi mendaki gunungkieferpix Ilustrasi mendaki gunung
Pemandu biasanya sudah sangat berpengalaman dan tahu mengenai seluk-beluk jalur pendakian. Pendaki pun tidak perlu bingung ketika menemui percabangan. Pemandu akan langsung memberi tahu jalan mana yang akan dipilih.

Baca juga: Udara Sedang Dingin, Ini 5 Perlengkapan yang Harus Dibawa saat Mendaki

Selain itu, tidak jarang pemandu akan memberi tahu lokasi atau spot foto yang menyajikan pemandangan menawan. Spot itu biasanya dilewatkan oleh pendaki yang tidak menyewa pemandu.

3. Tidak memisahkan diri dari rombongan

Beberapa tragedi hilangnya seorang pendaki disebabkan karena mereka memisahkan diri dari rombongan. Ada beberapa pengakuan jika pendaki yang hilang sebelumnya berjalan terlebih dahulu dari teman-temannya, tetapi ia malah tidak pernah sampai tujuan.

Pendakian Menuju Gunung Semeru.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pendakian Menuju Gunung Semeru.
Oleh karena itu, hendaknya tidak memisahkan diri dari rombongan. Pendaki dituntut untuk tetap bersama dengan temannya saat mendaki sehingga setiap orang bisa saling membantu dan mengawasi.

Baca juga: 6 Hal Buruk yang Dilakukan Pendaki Saat Mendaki Gunung

Andai ada hal buruk terjadi seperti pendaki terpeleset dan terjatuh, rekan pendakian bisa segera bertindak. Jika lokasi kecelakaan tidak terjangkau, rekan pendakian bisa segera melapor dan menunjukkan tempat kecelakaan kepada tim penyelamat.

4. Mendaki melalui jalur resmi

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X