Udara yang Sangat Dingin dan 4 Mitos Lain tentang Selandia Baru

Kompas.com - 16/07/2019, 17:07 WIB
Hangi, aneka bahan makanan dimasak dengan cara tradisional khas Maori. Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Hangi, aneka bahan makanan dimasak dengan cara tradisional khas Maori.

3. Suhu di Selandia Baru sangat dingin

Berlokasi di belahan bumi bagian selatan, Selandia Baru memiliki jenis iklim yang berbeda. Musim panas dimulai pada akhir tahun, sementara musim dingin pada pertengahan tahun.

Suhu di bulan Januari dan Februari adalah yang paling hangat, sementara bulan Juli adalah saat-saat terdingin. Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan cuaca tropis, disarankan untuk mengenakan satu mantel hangat atau beberapa helai baju.

Sementara saat Musim Semi dan Musim Panas, sebagian besar orang di Selandia Baru menikmati matahari yang cerah sambil menaiki kayak ditemani lumba-lumba dan anjing laut di Kaikoura, atau menikmati angin sepoi-sepoi di Central Park Wellington.

4. Tidak banyak pilihan makanan

Diberkahi dengan berbagai keindahan alam, Selandia Baru menawarkan banyak variasi makanan laut kelas dunia. Anda dapat menikmati berbagai hidangan laut, mulai dari udang karang hingga tiram, di mana saja.

Salah satu tempat makan hidangan laut yang paling populer adalah Nin's Bin di Kaikoura. Kedai makan yang terkenal karena terletak di pinggir pantai ini, menyajikan lebih dari 5,5 ton udang karang per tahun.

Selain kelezatan hidangan lautnya, jangan sampai melewatkan makanan tradisional suku Maori. Seperti Hangi, yaitu makanan berisi ikan, ayam, dan Kumara (ubi manis), yang dimasak di lubang dalam tanah.

Untuk dapat merasakan langsung kemeriahan pesta suku Maori dan mengenal budaya mereka, Anda bisa memesan paket wisata di Whakarewarewa, sebuah Desa Maori yang menyajikan makan siang tradisional Hangi dan pertunjukan budaya Maori.

Kereta TransAlpnie di Selandia Baru. Dok. Tourism New Zealand Kereta TransAlpnie di Selandia Baru.

5. Harus bepergian jauh dari satu tempat ke tempat lain

Selandia Baru memiliki dua pulau utama yang terletak di wilayah barat daya Samudra Pasifik. Meskipun menjadi salah satu negara yang berlokasi di ujung selatan dunia, wisatawan Indonesia hanya membutuhkan sekitar 7 jam 30 menit untuk terbang dari Denpasar ke Auckland dengan Emirates atau Air New Zealand.

Kamu bahkan dapat menjelajahi kedua pulau di Tanah Awan Putih Panjang ini, dalam satu perjalanan saja. Dengan berkendara selama delapan jam, Anda dapat mengunjungi Taman Nasional Abel Tasman yang terkenal di Southern Island menuju ibu kota Wellington di Northern Island.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X