Hari Batik Nasional, Ini 7 Kampung Tempat Belanja dan Belajar Batik

Kompas.com - 02/10/2019, 15:00 WIB
Ketua paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono di kediamannya. KOMPAS.com/Silvita AgmasariKetua paguyuban Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono di kediamannya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap provinsi di Jawa umumnya memiliki kampung penghasil batik yang menerima kunjungan wisatawan.

Di sana, wisatawan tak cuma bisa belanja batk khas setempat, tetapi juga belajar mengenai proses pembuatan batik sampai filosofi di balik motif batik khas daerah tersebut.

Berikut ini adalah tujuh daerah dengan kampung batik terkenal yang cocok untuk wisata.

1. Solo

Di Solo sebetulnya terdapat dua kampung batik. Yang pertama adalah Kampung Batik Laweyan dan kedua yaitu Kampung Batik Kauman.

Hal yang membedakan dua tempat tersebut adalah motifnya. Kampung Batik Laweyan memiliki ratusan jenis motif dan kecenderungan warna yang terang.

Kampung Batik Kauman memiliki kecenderungan motif yang berwarna cokelat cenderung gelap. Kampung Batik Laweyan terletak di Jalan Jalan Doktor Radjiman nomor 521, Laweyan, Jawa Tengah. Sementara, Kampung Batik Kauman terletak di Jalan Wijaya Kusuma.

Baca juga: Tertarik Belajar Membatik di Kampung Batik Laweyan? Berikut Kisaran Harganya...

2. Yogyakarta

Kampung Batik Ngasem terletak di kawasan Keraton. Terdapat banyak sekali toko yang menjual batik di Kampung Ngasem di sepanjang jalan.

Mulai dari pakaian, sarung bantal, taplak meja, sampai sprei motif batik dijual di sini. Harganya mulai Rp 40.000 hingga ratusan ribu rupiah.

3. Pekalongan

Sentra batik di Pekalongan berada di Kampung Kauman, Kampung Batik Pesindon, dan Kampung Batik Wiradesa.

Pekalongan terkenal dengan motif batik bewarna cerah yang motifnya dipengaruhi budaya China, India, Eropa, dan Arab.

Baca juga: Hari Batik, Mampir ke Pekan Batik Nusantara di Pekalongan

Pengunjung tengah melihat interiot Klenteng Gie Yong Bio yang terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Atap bangunan Klenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, klenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China. KOMPAS.com / Garry Andrew Lotulung Pengunjung tengah melihat interiot Klenteng Gie Yong Bio yang terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Atap bangunan Klenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, klenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X