Sepanjang 2019, Kunjungan Wisman ke Bali dari Sejumlah Negara Meningkat

Kompas.com - 10/10/2019, 21:15 WIB
Ilustrasi: Seorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOIlustrasi: Seorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara ke Bali mengalami peningkatan sepanjang tahun 2019 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kunjungan wisatawan Australia ke Bali meningkat menjadi 118.556 kunjungan selama 2019, dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang tercatat 104.010 kunjungan, baik melalui jalur penerbangan maupun laut.

Baca juga: Monkey Forest Ubud, Wisata Bali Bersama Monyet Selfie yang Viral

Sementara, tiga negara lain yang kunjungannya mulai meningkat yaitu Perancis menjadi 35.942, Jepang menjadi 33.474, dan Inggris menjadi 31.265. Kunjungan wisatawan asal Tiongkok menurun dari 136.424 pada 2018 menjadi 109.028 pada 2019.

"Pariwisata di Bali menunjukkan isyarat perbaikan dari pelemahan sejak Agustus 2018 di mana beberapa indikator pariwisata melambat sampai dengan Juli 2019," kata Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho seperti dikutip dari Antara.

Menurut Adi, isyarat perlambatan kunjungan wisatawan mancanegara itu masih dirasakan. Namun untuk indikator Agustus 2019, isyarat itu mulai membaik dan ada perbaikan untuk ke depan.

Turis di Pantai Balangan, BaliKompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Turis di Pantai Balangan, Bali

Adi memperkirakan penurunan kunjungan wisatawan asing pada 2018 disebabkan perang dagang internasional yang ikut menyumbang berkurangnya minat berwisata.

"Karena alasan itu, daya beli terganggu dan selera untuk bersenang-senang juga terganggu," kata Adi. Menurut Adi, pengaruh tarif penerbangan nasional yang saat ini belum kembali ke situasi bagus juga mungkin menjadi penyebab turunnya minat berwisata.

"Bukan mustahil juga pembangunan destinasi wisata selain Bali juga menjadi pertimbangan kunjungan wisatawan, sehingga sebagian wisatawan yang dulu mengarah ke Bali sekarang mencoba destinasi lain," ucapnya.

Baca juga: DIbanjiri Wisman, Bali Spirit Dongkrak Perkonomian Lokal dan Nasional

Selain itu, menurut Adi, adanya travel advice juga mempengaruhi kedatangan wisatawan asing khususnya Australia.

"Beberapa negara yang salah satu yang kami dengar Australia memberikan travel advice untuk berhati-hati mengunjungi Indonesia karena konon mereka mengkhawatirkan tentang UU yang sempat menimbulkan gejolak itu," ucap Adi.

Adi mengatakan pemerintah Australia menasehati masyarakatnya berhati-hati untuk berkunjung ke Indonesia lantaran rencana Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Ia memperkirakan rencana RKUHP berdampak pada kunjungan wisatawan Australia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X