Netizen Malaysia Protes, Tidak Masuk Daftar Kota dengan Street Food Terbaik

Kompas.com - 28/10/2019, 15:18 WIB
Makanan jalanan di Bangkok, Thailand Dok. Travel Wire AsiaMakanan jalanan di Bangkok, Thailand


JAKARTA, KOMPAS.com - Majalah bisnis COEWORLD mengeluarkan daftar The World’s 50 Best Cities For Street Food-Obsessed atau 50 Kota Terbaik Dunia Untuk Makanan Jalanan. Di daftar tersebut, tidak ada satupun kota dari Malaysia yang masuk.

Baca juga: Mirip tetapi Berbeda, Rendang Indonesia dengan Malaysia

Secara berurutan peringkat  tiga besar diduduki oleh Singapura, Bangkok, dan Hongkong. Indonesia diwakili oleh Bali menduduki peringkat ke 45 dari 50 kota terbaik.

Hal ini rupanya membuat banyak netizen Malaysia kecewa dan mempertanyakan daftar tersebut. Mereka merespon daftar tersebut lewat komentar di media sosial. 

"Hah?? Serious la singapore no.1?? Berapa depa bayar dekat ceoworld mag ni. Sana ada street food ke?," tulis akun @HardstyleFamMY di Twitter. 

Ada juga akun @TheRafey, Rafizal or Rafey yang mengklaim makanan jalanan Malaysia lebih baik dari makanan jalanan Singapura. 

Sampai ada netizen yang berkomentar di situs resmi Ceoworld.biz dan protes akan daftar tersebut

"Tidak bisa berkata-kata tentang majalah ini. Mulai merasa ragu akan keakuratan isi majalah ini. Harap melakukan perjalanan  ke  Malaysia & Taiwan  untuk melakukan lebih banyak pekerjaan sebelum menerbitkan daftar ini," tulisnya akun @KT Lim. 

Komentar selanjutnya disusul salah satu netizen yang juga memiliki pendapat yang sama dengan akun @KT Lim.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X