Pasca Erupsi Gunung Merapi, Obyek Wisata di Sekitarnya Terpantau Aman

Kompas.com - 18/11/2019, 17:14 WIB
Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan kolom abu, Minggu (17/11/2019). WhatsAppGunung Merapi meletus dan mengeluarkan kolom abu, Minggu (17/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca erupsi Gunung Merapi, objek wisata di kawasan tersebut terpantau ramai kembali.

Beberapa tempat wisata di sekitaran Gunung Merapi masih ramai dikunjungi, salah satunya di Kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

"Sama sekali tidak terganggu (untuk) akses ke semua objek wisata di Jogja, aman," kata Singgih saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

Singgih menambahkan, angin yang bertiup ke Barat tidak melalui Yogyakarta. Oleh karena itu, erupsi lebih berdampak ke Magelang yang berada di sisi Barat Gunung Merapi.

Baca juga: Erupsi, Status Gunung Merapi Waspada

Menurut siaran pers BMKG, erupsi sempat menyebabkan hujan abu di sekitar wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mengungakapkan daerahnya aman dikunjungi .

"Pasca erupsi Gunung Merapi, kondisi objek wisata yang ada di Kabupaten Magelang aman. Namun, tetap meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana," ujar Ujar Iwan, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi, Surono: Jangan Bayangkan Letusan seperti Tahun 2010

Selain Kaliurang dan Kecamatan Dukun, ada juga Kecamatan Selo yang berada di Boyolali. Selo terkenal dengan berbagai obyek wisatanya, layaknya Taman Merapi dan New Selo.

Selo juga terkenal sebagai salah satu jalur pendakian Gunung Merapi, meski sudah ditutup sejak 2017.

Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata Kabupaten Boyolali menyatakan, hingga Senin (18/11/2019), kondisi Selo terpantau aman, baik objek New Selo dan Taman Merapi.

Sebelumnya, Gunung Merapi kembali mengeluarkan hawa panas yang mencapai kurang lebih 1.000 meter pada hari Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB.

Baca juga: Aman, Kondisi Terkini Gunung Merapi Pagi Ini

Menurut siaran pers Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ancaman bahaya letusan ini berupa awanpanas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan < 3 km.

BMKG juga menghimbau tidak ada aktivitas masyrakat di dalam radius 3 km dari Gunung Merapi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X