Jangan Nekat, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya untuk Traveling

Kompas.com - 20/11/2019, 19:45 WIB
Kendaraan lapis baja dari polisi militer Rusia melaju ke arah kota Amuda di Provinsi Hasakeh, timur laut Suriah, pada 24 Oktober 2019, sebagai bagian dari patroli gabungan di perbatasan Turki-Suriah. AFP/DELIL SOULEIMANKendaraan lapis baja dari polisi militer Rusia melaju ke arah kota Amuda di Provinsi Hasakeh, timur laut Suriah, pada 24 Oktober 2019, sebagai bagian dari patroli gabungan di perbatasan Turki-Suriah.

"Apa yang mungkin kita lihat—menjelang pemilu atau mengikuti pemilu—adalah protes. Kita bisa melihat apa yang terjadi di negara-negara lain seperti Hong Kong dan Chili," kata Bradley.

Untuk tahun 2020, negara-negara yang paling berbahaya dan paling berisiko sebagian besar berlokasi di Afrika dan Timur Tengah, termasuk tempat-tempat seperti Libya, Suriah, Irak, Yaman dan Afghanistan.

Lalu ada Meksiko dengan peringkat risiko sedang hingga tinggi. Sementara India dan Mesir memiliki peringkat campuran.

"Ada daerah tertentu di setiap negara yang mungkin memiliki risiko lebih tinggi atau mungkin lebih berbahaya daripada yang lain," tandas Erika Weisbrod, direktur solusi keamanan di International SOS.

"Jadi, memahami ke mana pergi di suatu negara itu penting, dan bukannya menolak bepergian ke suatu negara sama sekali."

Baca juga: Ketagihan Traveling Bukan Tanpa Risiko…

Destinasi berisiko tinggi lainnya adalah Honduras dan beberapa bagian Kolombia, Venezuela, dan Peru.

Sementara itu, beberapa negara dengan risiko terendah di dunia, seperti Kepulauan Cayman, Islandia, Finlandia (yang dinobatkan sebagai tempat paling bahagia di dunia pada 2019), Swiss dan Seychelles.

Atuh Beach, salah satu destinasi wisata di Pulau Nusa Penida, Bali bagian timur.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Atuh Beach, salah satu destinasi wisata di Pulau Nusa Penida, Bali bagian timur.
Lantas bagaimana Indonesia?

Menurut Travel Risk Map, Indonesia berada di kategori sedang.

Risiko sedang memiliki beberapa aspek pertimbangan seperti kerusuhan politik berkala, protes kekerasan, peristiwa pemberontakan dan/atau aksi terorisme sporadis.

Selain itu, para wisatawan dan orang-orang yang ditugaskan internasional dapat menghadapi risiko dari kekerasan komunal, sektarian atau rasial dan kejahatan dengan kekerasan.

Adapun kapasitas keamanan dan layanan darurat serta infrastruktur bervariasi. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Forbes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X