Kompas.com - Diperbarui 07/08/2021, 21:03 WIB


TAPANULI UTARA, KOMPAS.com - Kain ulos adalah kain tenun tangan khas dari suku Batak. Kain ini kerap dijadikan oleh-oleh khas dari Sumatera Utara.

Bukan sekadar kain, sehelai ulos mengandung makna yang mendalam. Ada filosofi dalam setiap ulos khas Batak.

Mungkin masyarakat dari luar suku Batak mengenal kain yang berasal dari kawasan Toba hanya ada satu jenis ulos. Namun, sebenarnya ulos terdiri dari berbagai jenis. 

Ulos secara resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia pada 17 Oktober 2014. Kemendikbud juga menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional.

Baca juga: Perlukah Inovasi agar Ulos Lebih Dikenal?

Sejarah ulos sudah ada sejak abad ke-14. Seperti dikutip dari warisanbudaya.kemendikbud.go.id, kemunculan ulos bersamaan dengan masuknya alat tenun tangan dari India.

Ulos awalnya digunakan sebagai penghangat badan leluhur suku Batak yang hidup di pegunungan. Tak heran jika ulos menjadi simbol kehangatan bagi masyarakat Batak.

Ulos tidak bisa sembarangan dipakai. Hal ini karena beda jenisnya, maka beda pula maknanya. Jadi ada baiknya bertanya pada orang yang paham ulos, sebelum membeli maupun memakainya.

Baca juga: Jangan Sembarang Pakai Ulos, Beda Ulos Beda Pula Maknanya

Anthony Siallagan, pemandu wisata di Balige, punya pengalaman bertemu turis lokal yang salah membeli ulos.

“Jadi si Ibu beli ulos yang motifnya itu dipakai kalau datang melayat orang meninggal. Dia kirain untuk acara pesta," jelas Anthony kepada Kompas.com di kawasan Balige dalam liputan pra pandemi Covid, Kamis (5/12/2019).

Berikut ini 14 jenis kain ulos dan maknanya:

1. Ulos Ragi Hotang 

Ulos Ragi Hotang biasanya digunakan pada waktu pesta atau diberikan kepada sepasang pengantin yang baru menikah. Harapannya agar keduanya memiliki ikatan batin.

2. Ulos Sibolang

Ulos Sibolang biasanya digunakan pada saat duka. Oleh karena itu, Ulos Sibolang biasa disebut sebagai simbol dukacita.

3. Ulos Mangiring

Ulos ini mempunyai corak yang saling beriringan. Hal tersebut melambangkan kesuburan dan kekompakan.

Ulos ini biasanya diberikan kepada seorang anak yang baru lahir, terutama anak pertama. Tujuannya agar kiranya anak tersebut kelak diiringi kelahiran anak berikutnya.

Baca juga: 5 Oleh-oleh Khas Kawasan Danau Toba, dari Ulos hingga Tipatipa

4. Ulos Ragi Huting

Dahulu ulos ini biasanya digunakan oleh para gadis pada saat pesta. Cara memakainya adalah dengan melilitkannya di bagian dada yang disebut Hoba-hoba.

Sesuai perkembangan zaman, ulos Ragi Huting ini semakin sulit ditemukan.

5. Ulos Bintang Maratur

Ulos Bintang Maratur menggambarkan jejeran bintang yang teratur, bermakna untuk menunjukkan orang yang patuh, setia, dan rukun dalam suatu ikatan keluarga.

Ulos ini biasanya digunakan pada waktu pesta.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.