Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Rasanya Tidur di Museum Bahari Saat Malam Hari

Kompas.com - 31/12/2019, 23:46 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Mengeksplorasi museum pada siang hari sudah menjadi hal biasa bagi setiap pengunjung. Namun bagaimana jika dilakukan pada malam hari dan dilanjutkan dengan menginap?

Komunitas Historia Indonesia (KHI) mengadakan acara bertajuk Menginap di Museum yang dilaksanakan di Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (28/12/2019).

Baca juga: Menginap di Museum Bahari, Seramkah?

Acara dimulai dengan makan malam bersama, diskusi peduli lingkungan dari Rumah Millenials, jelajah museum, dan diakhiri dengan menginap.

Salah satu peserta asal Bekasi, Fauzi awalnya mengaku takut untuk ikut acara ini. Namun tekad dan rasa penasarannya membuat ia pun ikut menginap di museum.

Peserta menggunakan piyama saat istirahat dan bermalam di Museum Bahari usai menjelajah museum pada malam hari, Minggu (29/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Peserta menggunakan piyama saat istirahat dan bermalam di Museum Bahari usai menjelajah museum pada malam hari, Minggu (29/12/2019).
"Tadi saya dari rumah jam 16.30. Awalnya saya agak takut buat ikut acara ini karena dengar katanya museum ini spooky tapi karena saya penasaran dan kebetulan juga suka sejarah akhirnya saya memberanikan diri ikut menginap di museum," kata Fauzi kepada Kompas.com, Minggu (29/12/2019) pagi, selepas menginap.

Fauzi dan peserta lainnya diperkenankan membawa pakaian dan perlengkapan tidur masing-masing seperti sleeping bag, bahkan bantal dan guling.

Lokasi menginap yang berada di ruang kafe Bahari benar-benar terasa seperti kamar atau rumah sendiri kala itu. Tampak beberapa peserta ada yang memakai piyama saat hendak tidur.

Peserta membawa sleeping bag dan perlengkapan tidur sendiri saat acara Menginap di Museum yang diselenggarakan Komunitas Historia Indonesia, Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Peserta membawa sleeping bag dan perlengkapan tidur sendiri saat acara Menginap di Museum yang diselenggarakan Komunitas Historia Indonesia, Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019).

Menurut pendiri KHI, Asep Kambali acara ini sengaja dibuat agar peserta mendapatkan pengalaman berbeda ketika berkunjung ke museum.

"Maka dari itu memang kami sengaja agar kesannya orang-orang gak lagi takut ke museum, gimana rasanya jelajah museum malam hari cuman pakai senter, lalu gimana rasanya menginap" ujar Asep yang telah mendirikan komunitas ini sejak tahun 2003.

"Nah saya juga pesan ke peserta untuk membawa pakaian tidur seperti piyama, itu kan jadi lucu dan jauh dari kesan menakutkan," lanjutnya

Sebelum tidur, para peserta juga diajak menonton film bersama berjudul "Samudra Raksa" dan beberapa tayangan dokumentasi Komunitas Historia Indonesia.

Peserta beristirahat di ruang cafe Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019) dalam acara Menginap di Museum.Nicholas Ryan Aditya Peserta beristirahat di ruang cafe Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019) dalam acara Menginap di Museum.

Setelah itu, peserta diajak berdiskusi hingga pukul 03.00 WIB dan dilanjutkan dengan beristirahat.

Pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB peserta bangun dan kembali ke tempat masing-masing.

Fauzi mengaku senang dapat merasakan sensasi menginap di museum. Rasa takutnya itu berubah menjadi keberanian dan berakhir dengan kesenangan.

Peserta berfoto bersama di acara Menginap di Museum, Minggu (29/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Peserta berfoto bersama di acara Menginap di Museum, Minggu (29/12/2019).

"Saya senang, acara ini kreatif banget, selain jalan-jalan kita juga bisa nambah pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah Indonesia. Kalau ada lagi saya mau ikut menginap," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Ketua PHRI Sebut Perkembangan MICE di IKN Masih Butuh Waktu Lama

Travel Update
Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Astindo Nilai Pariwisata di Daerah Masih Terkendala Bahasa Asing

Travel Update
Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Kereta Api Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024

Travel Update
Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Deal With Ascott 2024 Digelar Hari Ini, Ada Lebih dari 60 Properti Hotel

Travel Update
4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

Jalan Jalan
3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

Hotel Story
Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

Jalan Jalan
Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

Jalan Jalan
Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

Travel Tips
4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

Jalan Jalan
Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

Jalan Jalan
Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

Travel Tips
8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

Travel Tips
Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com