Kompas.com - 25/01/2020, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran Festival Kampung Nelayan Tomalau (FKNT) 2020 turut serta mendukung konsep ramah lingkungan. Festival digelar pada 15-23 Februari 2020.

Salah satu langkah rencananya adalah penggunaan bahan ramah lingkungan untuk peralatan makanan dan festival.

"Kami telah mempersiapkan sejumlah perangkat makan dan minum dari bahan ramah lingkungan, semisal sepe (sejenis piring dari tanah liat), sedotan bambu, piring icip-icip dari daun lontar," ujar Abdullah Dahlan, pengarah FKNT 2020 saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Mengenang Jejak Penjajahan Maluku Lewat Benteng Amsterdam

Selain itu, ada juga gelas bambu, gelas batok kelapa, gelas daun pisang, gelas kertas, piring kertas, sendok dan garpu berbahan kayu, dan sejumlah material bambu dan kayu untuk dekorasi.

Festival yang digagas anak-anak nelayan di Tomalou, Tidore, berkomitmen tidak ada penggunaan gelas dan botol plastik sekali pakai, serta meminimalisir penggunaan kemasan plastik selama festival berlangsung.

"Jadi kami memastikan agar pengunjung yang hadir di acara ini untuk membawa botol air (tumbler). Panitia menyediakan galon berisi air mineral isi ulang di sejumlah titik lokasi acara," paparnya.

Baca juga: Mengenal Tahuri, Alat Musik Endemik Maluku

Tomalou juga berkomitmen menyelamatkan kawasan pesisir perairan maupun laut dari pencemaran dan pengrusakan, terlebih sampah plastik.

Aksi bersih pantai dan lingkungan juga akan dilakukan sebelum festival berlangsung. Aksi ini menjadi kegiatan rutin menuju acara puncak 15 Februari 2020, lalu dilanjut setelahnya.

Selain itu, festival ini juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama nelayan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut bersama ekosistemnya dalam konsep atraksi jaga laut.

Baca juga: Jalan-jalan ke Maluku, Memberi Makan Belut Raksasa di Kolam Waiselaka

Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020,dok. panitia Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020, Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020,
Atraksi jaga laut yang dilakukan masyarakat adalah berupa pembersihan sampah di sepanjang pantai, kampanye pentingnya menanam dan mangrove, penanaman terumbu karang beraneka jenis di dasar laut.

Lalu, secara simbolis melepaskan tukik atau anak penyu ke laut. Dalam konteks lebih luas, nelayan di Tidore, khususnya Tomalou, berharap adanya pencegahan illegal fishing.

Cerita masyarkat Tomalou 

Festival ini memiliki acara utama, Ritual Foladomo. Foladomo adalah ritual para nelayan di Tomalou meluncurkan perahu yang baru dibuat dari galangan ke laut yang memiliki makna mereka tangguh di laut.

Baca juga: 5 Tips Liburan ke Kepulauan Sula, Maluku Utara

Atraksi ritual Foladomo juga akan diikuti dengan pentas kolosal 290 anak nelayan Tomalou yang akan beratraksi di atas sampan dan menari di pesisir pantai Tomalou yang indah, dengan menggunakan atribut-atribut nelayan seperti dayung dan jala ikan.

Atraksi kolosal ini mengangkat tema “Menjaring Kekuatan Di Atas Sampan”.

Tomalou adalah sebuah kelurahan di Maluku Utara yang terkenal dengan budaya mangael atau menangkap ikan.

Baca juga: Ini Tempat-tempat Menyantap Papeda Kuah Kuning Khas Maluku

Orang-orang Tomalou sangat mahir dalam menangkap ikan cakalang, dan hal tersebut sudah diakui oleh pemerintah Kolonial Belanda sejak dulu.

FKNT 2020 akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore, Utusan Kedutaan Kerajaan Spanyol di Indonesia, Utusan Kedubes Portugal di Indonesia, Unsur Pimpinan Daerah di Maluku Utara, serta tamu kehormatan lainnya.

Event ini menargetkan kunjungan 5.000 wisatawan Nusantara dan mancanegara. 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Makna di Balik Keris Tidak Melulu Soal Hal Mistis

Jalan Jalan
Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Bisakah Wisatawan Beli Keris Asli Sebagai Suvenir

Travel Update
Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Dampak Banjir Jeddah, Bus Jemaah Umrah Sempat Terjebak

Travel Update
12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

12 Event Wisata Unggulan Kota Yogyakarta Tahun 2023, Jangan Lewatkan

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Harga Tiket dan Jam Buka Wisata Bukit Klangon di Sleman Yogyakarta

Travel Tips
10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

10 Wisata Indoor Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Musim Hujan

Jalan Jalan
Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Jalur Puncak Bogor Sudah Buka, Pengendara Tetap Diimbau Lewat Jonggol

Travel Update
4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

4 Fakta Kebaya, Ternyata Tak Hanya Dipakai di Nusantara

Jalan Jalan
Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Yogyakarta Jadi Lokasi ASEAN Tourism Festival, Diharapkan Jadi Investasi Wisata

Travel Update
7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

7 Wisata di Kemuning, Karanganyar dan Sekitarnya, Kebun Teh sampai Air Terjun

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary Seharian di Pekanbaru, Sunset di Jembatan Ikonik

Itinerary
10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

10 Wisata Indoor di Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Saat Musim Hujan 

Jalan Jalan
Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Sail Tidore Expo 2022, Ajang Promosi Wisata Urban dan Alam Kepulauan Seribu

Travel Update
Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Jalan Yogyakarta-Wonosari Sudah Buka Lagi, tapi Buka-Tutup Jalur

Travel Update
Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Asal-usul Kebaya yang Akan Didaftarkan ke UNESCO oleh Singapura dan 3 Negara

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.