Kompas.com - 28/02/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi Jepang. shutterstock.com/TNPhotographerIlustrasi Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Jepang di Indonesia kembali merilis pemberitauan pembatasan terkait virus corona.

Lewat laman resminya, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia merilis Pemberitahuan Penting Mengenai Pembatasan Baru Berkaitan Novel Coronavirus pada Kamis (27/2/2020).

Berikut isi dari pemberitahuan tersebut:

Baca juga: Wabah Virus Corona, Jepang Larang Kunjungan Pelancong dari Provinsi Hubei

1. Pemerintah Jepang telah menetapkan Novel Coronavirus (COVID-19) sebagai “Penyakit Menular Tertentu” berdasarkan Undang-undang Penyakit Menular Jepang, sehingga warga Negara asing yang dikategorikan sebagai pasien Novel Coronavirus akan ditolak mendarat di Jepang sesuai dengan Undang-undang Keimigrasian dan Pengakuan Pengungsi.

Pemerintah Jepang juga telah menetapkan Novel Coronavirus sebagai “Penyakit Menular yang Dapat Dikarantina” berdasarkan Undang-undang Karantina Jepang, sehingga warga Negara asing yang diduga tertular Novel Coronavirus akan dikarantina tanpa terkecuali, termasuk pemegang visa yang sah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Pada 26 Februari 2020, Pemerintah Jepang juga telah memutuskan untuk sementara ini, bagi mereka yang termasuk ke dalam tiga kategori di bawah ini akan ditolak mendarat di Jepang, kecuali ada kondisi-kondisi luar biasa yang mengharuskan mereka masuk ke Jepang.

Baca juga: Hello Kitty Cuti gara-gara Virus Corona

A. Warga negara asing yang pernah mengunjungi Provinsi Hubei atau Provinsi Zhejiang di Republik Rakyat Tiongkok, atau Daegu atau Cheongdo-gun, Gyeongsabgbuk-do di Korea Selatan dalam 14 hari sebelum tiba di Jepang.

B. Warga negara asing pemegang paspor yang diterbitkan oleh Pihak Berwenang di Provinsi Hubei atau Provinsi Zhejiang.

C. Warga negara asing penumpang kapal yang berlayar dengan tujuan memasuki pelabuhan di Jepang dan memiliki risiko terkena penyakit menular dari wabah Novel Coronavirus.

IlustrasiPIXABAY/uniquedesign52 Ilustrasi

3. Berdasarkan “Prinsip Kriteria Penerbitan Visa”, maka aplikasi visa dari mereka yang termasuk ke dalam kategori yang ditolak mendarat di Jepang, tidak dapat diterima.

Aplikan visa diwajibkan mengisi dan menyerahkan kuesioner (download) mengenai apakah mereka pernah atau belum pernah (atau berencana) mengunjungi Provinsi Hubei atau Provinsi Zhejiang di Republik Rakyat Tiongkok, Daegu atau Cheongdo-gun, Gyeongsangbuk-do di Korea Selatan dalam 14 hari sebelum tiba di Jepang.

4. Harap diperhatikan bahwa bahkan warga negara asing yang telah memiliki visa yang masih berlaku ke Jepang tidak akan diizinkan mendarat di Jepang jika mereka termasuk ke dalam kategori A dan B tersebut di atas.

Baca juga: Gara-gara Virus Corona, Acara Cosplay Terbesar di Jepang Dibatalkan

5. Semua pernyataan di kuesioner yang tidak benar akan mengakibatkan penolakan penerbitan visa, dan permohonan visa baru tidak akan diterima selama 6 bulan untuk tujuan kunjungan yang sama. Visa akan dibatalkan jika diketahui terdapat pernyataan tidak benar, setelah visa diterbitkan.

6. Semua pernyataan tidak benar yang dibuat setelah mendarat di Jepang akan mengakibatkan hukuman berupa kurungan, denda, penghapusan status residensial, dan tindakan deportasi dari Jepang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Sejarah Berdirinya Mataram Kuno, Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Tengah

Travel Update
Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Agrowisata Kuncen Polobogo Kabupaten Semarang, Keindahan Alam di Selatan Gunung Merbabu

Jalan Jalan
Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Menjelajahi Kakatiya Rudreshwara, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di India

Jalan Jalan
3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

3 Fakta Trans-Iranian Railway, Warisan Dunia Terbaru UNESCO di Iran

Jalan Jalan
Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Per 29 Juli, Penumpang KA Jarak Jauh di Sumatera Wajib Bawa Kartu Vaksin Covid-19

Travel Update
Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Banyak Hotel di NTB Tutup Gara-gara PPKM Darurat

Travel Update
IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

IHGMA NTB Sebut Percuma Harga Hotel Murah kalau Tidak Ada Permintaan

Travel Update
Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Cara Registrasi Online via WhatsApp untuk Liburan ke TN Komodo

Travel Update
Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Syarat Wisata ke Gili Lawa di TN Komodo, Bawa Surat Negatif Covid-19

Travel Update
Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Mengenal Paseo del Prado dan Buen Retiro di Spanyol, Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Gili Lawa di TN Komodo Akan Sambut Wisatawan Mulai 1 Agustus 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Tingkat Okupansi Hotel di NTB Tinggal Satu Digit akibat PPKM Darurat

Travel Update
Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Kemah Mewah Bersama Keluarga, Ini 3 Tempat Glamping di Tawangmangu

Jalan Jalan
Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Semua Tempat Wisata di Bukittinggi Tutup hingga Agustus

Travel Update
Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Fiji Sediakan Program Wisata Mewah untuk Turis VIP

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X