Gara-gara Virus Corona, Festival Bunga Sakura di Jepang Dibatalkan

Kompas.com - 03/03/2020, 22:29 WIB
Pemandangan bunga Sakura yang bermekaran dan Gunung Fuji Shutterstock.comPemandangan bunga Sakura yang bermekaran dan Gunung Fuji

KOMPAS.com – Beberapa festival besar melihat bunga sakura telah dibatalkan karena virus corona.

Baca juga: Corona di Jepang Meningkat, Sejumlah Festival Dibatalkan

Festival tersebut semakin menambah daftar pembatalan beberapa festival di Jepang akibat wabah tersebut.

Perayaan musim semi tradisional yang dilaksanakan di Tokyo dan Osaka tersebut tidak akan dilakukan sesuai rencana pada bulan April mendatang.

Baca juga: Universal Studios Japan, Tokyo Disneyland, DisneySea Tutup karena Virus Corona

Padahal, perayaan tersebut kerap menarik jutaan pengunjung yang ingin melihat bunga sakura.

“Kami benar-benar meminta maaf kepada masyarakat yang sudah memiliki rencana untuk melihat bunga sakura. Namun tolong beri kami pengertian,” kata pemerintah setempat, melansir The Jakarta Post, Selasa (3/3/2020).

Baca juga: Jepang Membarui Pembatasan untuk Wisatawan Terkait Virus Corona

Menurut sebuah media lokal Jepang, festival bunga sakura lain yang sudah ditunggu-tunggu oleh wisatawan dan masyarakat lokal memiliki kemungkinan turut dibatalkan.

Keindahan bunga sakura yang bermekaran di tepi Sungai Kamogawa, Kyoto.Shutterstock Keindahan bunga sakura yang bermekaran di tepi Sungai Kamogawa, Kyoto.

Para panitia penyelenggara Nakameguro Cherry Blossom Festival di Tokyo menuturkan bahwa masyarakat masih bisa menikmati mekarnya bunga sakura di sepanjang jalanan publik.

Beberapa pohon sakura di Tokyo sebentar lagi akan mekar dengan sempurna.

Biasanya, masyarakat dengan kerabat dekat, keluarga, dan kolega mereka akan berkunjung ke taman-taman untuk merayakannya.

Pembatalan festival bunga sakura dilaksanakan sebagai langkah otoritas setempat untuk mengatasi virus corona semakin merebak di Jepang. Tidak hanya itu, sekolah juga telah ditutup.

Kastil Himeji di Jepang saat bunga Sakura mekarSHUTTERSTOCK/TNSHUTTER Kastil Himeji di Jepang saat bunga Sakura mekar

Bahkan pemerintah Jepang menyarankan warganya untuk bekerja dari rumah, menggunakan transportasi publik di luar jam ramai, dan hindari berkumpul dengan banyak orang.

Seorang operator dua resor di Disneyland dan DisneySea Tokyo menuturkan Jumat (21/2/2020) lalu bahwa kedua tempat wisata tersebut akan tutup untuk sementara waktu selama dua minggu akibat virus corona.

Sejauh ini, virus corona setidaknya telah menyebabkan infeksi ke lebih dari 230 warga dan lima kematian di Jepang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X