IATA Ajak Pemerintah Bantu Industri Penerbangan yang Lesu

Kompas.com - 03/03/2020, 17:18 WIB
Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China.

JAKARTA, KOMPAS.com - International Air Transport Association ( IATA) menyebutkan tahun ini akan jadi tahun yang berat bagi industri penerbangan dunia, khususnya maskapai di daerah Asia Pasifik.

Wabah virus corona menyebabkan bisnis maskapai jadi lesu, dengan prediksi penurunan lalu lintas dunia mencapai 4,7 persen.

Jumlah kerugian industri penerbangan dunia diprediksi mencapai 29,3 juta dollar AS

Dikutip dari siaran pers IATA, pemerintah memiliki peran penting dalam menangani krisis industri penerbangan.

Baca juga: Tahun yang Berat untuk Industri Penerbangan Dunia

Ada dua peran pemerintah yang akan berpengaruh pada krisis ini, pertama adalah peran operasi.

Maskapai penerbangan telah memiliki standar dan melakukan langkah-langkah berdasarkan International Health Regulations (IHR) untuk bersikap secara efektif dan efisien ketika terjadi kondisi kesehatan publik yang darurat seperti ini.

Maskapai penerbangan berharap agar pemerintah juga mengikuti IHR agar semua pihak memiliki pendekatan global yang efektif untuk menjaga wabah ini tak terus menyebar.

“Kami telah belajar banyak dari wabah yang pernah terjadi sebelumnya. Dan hal tersebut terefleksikan dengan baik di IHR. Pemerintah harus mengikutinya dengan konsisten,” jelas  Director General dan CEO IATA, Alexandre de Juniac.

Kedua adalah peran pemimpin. Sangat penting bagi pemerintah untuk memimpin menaikkan tingkat ekonomi mereka.

Baca juga: Tingkatkan Imun Cegah Corona, Ini Ragam Jamu Khas Indonesia

Penumpang pesawat mengenakan masker untuk mencegah tertular virus corona saat tiba di Bandara International Los Angeles, Amerika Serikat.AFP/MARK RALSTON Penumpang pesawat mengenakan masker untuk mencegah tertular virus corona saat tiba di Bandara International Los Angeles, Amerika Serikat.

Pemerintah Singapura contohnya, telah mengalokasikan dana sebesar 112 miliar dollar Singapura. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X