Penumpang Bisa Refund Tiket KA Mudik Lebaran 2020, Ini Caranya...

Kompas.com - 18/03/2020, 13:40 WIB
Ilustrasi gerbong kereta api KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi gerbong kereta api

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan masa darurat bencana wabah virus corona di Indonesia diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Situasi ini membuat sebagian masyarakat kembali berpikir dua kali untuk melaksanakan mudik lebaran Mei 2020.

Menanggapi hal ini, Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang bisa melakukan refund atau pembatalan tiket kereta api (KA) Lebaran.

"Penumpang yang ingin melakukan pembatalan akan kami layani," kata Eva saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2020).

"Khusus untuk penumpang yang kedapatan bersuhu tinggi atau di atas 38 derajat celsius akan dikembalikan uang tiket 100 persen," lanjutnya.

Baca juga: Larang Penumpang Bersuhu Tinggi, PT KAI Siap Lakukan Refund Tiket

Untuk penumpang bersuhu tinggi tersebut tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan KA, dan dapat membatalkan tiket langsung di stasiun setelah dicek petugas kesehatan.

"Prosedurnya berbeda dengan yang sehat, penumpang yang bersuhu tinggi langsung diproses petugas di lapangan dengan menyertakan tiket boarding pass," kata Eva.

"Nanti secara otomatis, pada saat ditangani lanjutan ada petugas yang akan memproses pembatalan tiketnya," lanjutnya.

Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh di Jakarta Tetap Sesuai Jadwal

Sementara itu, bagi penumpang yang dalam keadaan sehat dan ingin melakukan refund, maka akan dilayani dengan mekanisme pembatalan seperti biasa.

"Tetap menggunakan metode normal yaitu mengisi form pembatalan, atau bisa melalui KAI Access," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Corona, Penumpang di Stasiun Bogor Dicek Suhu Tubuh Secara Acak

 

Pembagian masker pada penumpang KA oleh petugas PT KAI Daop 1 Jakarta di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).Dokumentasi PT KAI Daop 1 Jakarta Pembagian masker pada penumpang KA oleh petugas PT KAI Daop 1 Jakarta di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Bagi kamu yang ingin membatalkan tiket KA Mudik Lebaran bisa menyimak beberapa langkah berikut ini:

Pembatalan tiket KA di stasiun

1. Isi formulir pembatalan

Cara pertama membatalkan tiket bisa melalui offline dengan mendatangi loket pembatalan tiket.

Kamu akan mengisi sebuah formulir berisi nama, alamat, nomor telepon, nomor kode booking, dan biaya pengembalian tiket melalui dua cara yaitu transfer bank atau tunai.

Baca juga: Catat, Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran

2. Serahkan formulir pembatalan ke loket

Setelah mengisi formulir tersebut, kamu langsung masuk ke ruangan loket pembatalan dan informasikan pembatalan tiket kepada customer service yang bertugas.

Kemudian kamu akan dilayani dan langsung didata administrasinya.

3. Refund tiket

Pengambilan biaya tiket dilakukan di stasiun yang ditunjuk dengan membawa formulir pembatalan yang telah divalidasi dengan tetap menunjukkan identitas asli.

Biaya refund akan ditransfer setelah hari ke-30. Namun, jika formulir pembatalan hilang, maka wajib membawa surat kehilangan dari kepolisian.

Baca juga: Cara Memesan Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2020

 

Pemesanan tiket KA Lokal melalui aplikasi KAI Access dengan metode pembayaran menggunakan LinkAja.Dok. PT KAI Daop 8 Surabaya Pemesanan tiket KA Lokal melalui aplikasi KAI Access dengan metode pembayaran menggunakan LinkAja.
Pembatalan tiket kereta api di KAI Access

1. Masuk ke KAI Access

Kamu juga bisa melakukan pembatalan tiket hanya dengan menggunakan telepon genggammu. Pertama, kamu harus memiliki aplikasi KAI Access.

Jika belum memiliki, bisa mengunduh di Google Play atau App Store. Setelah itu masuk ke akun KAI Access kamu.

Baca juga: Bayar Tiket KA via LinkAja di Aplikasi KAI Access Tak Bisa untuk Sementara

2. Masuk ke menu My Trips

Setelah masuk, pilih menu My Trips. Pada menu ini, pilih kode booking untuk tiket yang akan dibatalkan.

Tiket yang dibeli melalui channel eksternal, seperti Traveloka, Tokopedia, gerai Alfamart, Indomaret, Alfamidi, Kantor Pos, Tiket.com, dan lainnya juga bisa dilakukan pembatalan lewat KAI Access.

3. Masuk menu E-Ticket

Masuk ke menu E-Ticket, dan klik Pembatalan. Tombol ini hanya dapat dipilih jika kode booking berstatus LUNAS/PAID dan maksimal 24 jam sebelum waktu keberangkatan kereta.

Baca juga: Cara Mengganti Jadwal Tiket Kereta Api via KAI Access

4. Pilih nama penumpang

Pilih nama penumpang yang akan melakukan pembatalan tiket kereta api. Kemudian baca halaman syarat dan ketentuan, dan centang untuk setuju.

Kamu bisa lanjutkan proses pembatalan tiket dengan memasukkan akun bank dengan benar untuk pengembalian bea (refund), kemudian lanjutkan.

5. Konfirmasi pembatalan tiket

Kelima, kamu bisa mengkonfirmasi pembatalan tiket perjalanan sesuai dengan yang kamu pilih pada tahap sebelumnya.

Selanjutnya, klik tombol 'Konfirmasi dan Lanjutkan' pada halaman konfirmasi pembatalan. Lalu pastikan kamu 'yakin' akan melakukan pembatalan tiket.

Baca juga: Cara Pesan Tiket Kereta Via KAI Access

Setelah melalui proses tadi, maka proses pembatalan tiketmu telah berhasil.

Sekadar informasi, pembatalan tiket dan perubahan jadwal dikenakan biaya sebesar 25 persen dari harga tiket. Sehingga penumpang nantinya akan mendapatkan biaya kembali sebesar 75 persen dari harga tiket.

Ikuti peliputan dari hari ke hari tentang wabah ini dalam Liputan Khusus Wabah Virus Corona dan Indonesia Positif Terinfeksi Virus Corona di Kompas.com.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X