Mengapa Teripang Mahal? Harganya Capai Rp 50 Juta Per Kilogram

Kompas.com - 06/04/2020, 12:03 WIB
Ilustrasi timun laut disajikan mentah. PIXABAY/QQ53536283Ilustrasi timun laut disajikan mentah.

KOMPAS.com - Penampakan teripang mungkin tampak biasa saja, tetapi rupanya biota laut satu ini terbilang mahal.

Satu kilonya seharga lebih dari 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 50.000.000-an (kurs April 2020) atau Rp Rp 44.000.000-an (kurs Januari 2019).

Baca juga: Apa itu Ikan Buntal? Ikan Mahal yang Beracun

Saking berharganya, orang-orang rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelam demi mendapatkan teripang.

Terdapat sekitar 1.250 jenis teripang di dunia. Untuk mendapatkan jenis yang semakin langka, orang-orang harus menyelam semakin dalam pula.

Baca juga: Apa Itu Ikan Kinki? Ikan Mahal yang Jadi Tantangan MasterChef Indonesia

Sesungguhnya apa yang membuat teripang begitu mahal?

Berawal dari kelas menengah di China

Teripang merupakan hewan yang tergolong unik, mereka tak punya anggota badan maupun mata. Mereka hanya punya mulut dan anus serta beberapa organ dalam di antara keduanya.

Teripang telah menjadi sajian istimewa di Asia selama berabad-abad, hanya kelas atas yang mampu menyantap biota laut bernutrisi tinggi ini.

Kemudian pada 1980-an, permintaan akan teripang semakin tinggi. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya kelas menengah di China yang dapat menikmati hidangan dari hewan ini.

Kini, teripang dapat ditemukan dalam versi dikeringkan maupun kemasan berbentuk menarik yang biasanya dijadikan sebagai hadian atau disajikan saat acara tertentu.

Semakin fancy dan tak biasa bentuk teripang, maka semakin mahal pula. Semakin banyak duri pada kulit teripang, juga menjadi tolak ukur mahalnya binatang ini.

Ilustrasi sajian timun laut. PIXABAY/DAQISHEJI Ilustrasi sajian timun laut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X