Kompas.com - 16/04/2020, 06:04 WIB
Sejumlah wisatawan asing berjemur di pinggir pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/8/2018). Kawasan wisata Mandalika tidak terdampak oleh bencana gempa dan tetap ramai dikunjungi wisatawan asing, pihak ITDC mengundang wisatawan untuk tetap berkunjung ke kawasan pariwisata Lombok yang tidak terdampak gempa sehingga dapat mendukung pemulihan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISejumlah wisatawan asing berjemur di pinggir pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/8/2018). Kawasan wisata Mandalika tidak terdampak oleh bencana gempa dan tetap ramai dikunjungi wisatawan asing, pihak ITDC mengundang wisatawan untuk tetap berkunjung ke kawasan pariwisata Lombok yang tidak terdampak gempa sehingga dapat mendukung pemulihan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

MATARAM, KOMPAS.com - General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar Baharuddin menyebutkan sembilan kapal pesiar batal datang ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Maret-April 2020.

Hal ini imbas dari wabah Covid-19 di ratusan negara, termasuk Indonesia.

"Sebelumnya sembilan kapal pesiar tersebut sudah terjadwal sandar di dermaga Pelabuhan Gili Mas. Empat dijadwalkan pada Maret, dan lima kapal pada April 2020. Tapi semuanya tidak jadi datang karena masalah virus corona," kata Baharuddin di Kabupaten Lombok Barat, Selasa (14/4/2020) seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Kawasan Wisata Tiga Gili di Lombok Tutup Sementara untuk Cegah Corona

Ia menyebutkan masing-masing kapal pesiar berkapasitas 1.500-2.000 penumpang dari berbagai negara.

Jika ditotal ada sekitar 20.000 wisatawan mancanegara yang batal datang ke Pulau Lombok melalui jalur laut.

Pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan dari agen-agen kapal pesiar tersebut terkait pembatalan kunjungan dan akan menjadwalkan ulang ke Pulau Lombok jika kondisi sudah normal kembali.

Menurut Baharuddin, batalnya kedatangan sembilan kapal pesiar tersebut tentu berdampak terhadap target pemasukan Pelindo III Cabang Lembar pada 2020, khususnya dari biaya jasa kepelabuhanan.

Kapal pesiar MS Vasco Da Gama yang membawa lebih dari 1.000 turis asing dari berbagai negara sandar di dergama Pelabuhan Gili Mas Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 20 Februari 2020. ANTARA/Awaludin Kapal pesiar MS Vasco Da Gama yang membawa lebih dari 1.000 turis asing dari berbagai negara sandar di dergama Pelabuhan Gili Mas Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 20 Februari 2020.

Dampak negatif yang paling utama adalah pemasukan dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh penumpang kapal pesiar yang turun ke daratan dan dibawa ke sejumlah destinasi wisata menggunakan jasa transportasi lokal.

"Dampaknya tidak hanya pada realisasi pendapatan Pelindo, tapi juga kontribusi ke daerah yang tidak kelihatan angkanya secara langsung," ucapnya pula.

Baca juga: Kawasan Wisata Senggigi Bak Kota Mati, 1.316 Karyawan Hotel Dirumahkan

Ia berharap wabah Covid-19 bisa berakhir di seluruh dunia, sehingga geliat pariwisata kembali bergerak, termasuk wisata kapal pesiar.

Direksi Pelindo III, kata Baharuddin, tetap menjalin komunikasi dengan agen-agen kapal pesiar, sambil menunggu regulasi pemerintah pusat terkait kedatangan kapal pesiar dan upaya pemulihan dampak COVID-19.

"Rencananya ada 20 kapal yang dijadwalkan datang ke Lombok pada 2020. Yang datang sejak Januari hingga awal Maret ada enam kapal dengan jumlah penumpang sebanyak 15.000 orang. Mudahan wabah virus corona bisa segera berakhir," katanya. (Awaludin/Nusarina Yuliastuti)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Warga Jakarta, Ada Bazar Hampers Produk Ekraf Gratis Ongkir

Travel Promo
PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X