Kompas.com - 22/04/2020, 08:03 WIB
Gereja Tugu yang berlokasi di Kampung Tugu, Semper, Jakarta Utara merayakan ulang tahunnya yang ke 271, Minggu (3/11/2019). Nicholas Ryan AdityaGereja Tugu yang berlokasi di Kampung Tugu, Semper, Jakarta Utara merayakan ulang tahunnya yang ke 271, Minggu (3/11/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com – Masa-masa physical distancing seperti ini bukan berarti kamu tidak bisa berpetualang.

Banyak fasilitas virtual tour yang bisa kamu coba dengan gratis. Salah satunya adalah yang diadakan oleh Wisata Kreatif Jakarta bekerja sama dengan Couchsurfing Indonesia.

“Karena banyak orang kan suka jalan-jalan tapi dengan kondisi kayak gini jadi enggak tahu bisa kapan jalan-jalan lagi,” ujar Ira Lathief, Pendiri Wisata Kreatif Jakarta pada Kompas.com, Selasa (21/4/2020).

“Kemarin itu edisi perdana kan bikin tur virtual sebenarnya aku diajak kerja sama komunitas Couchsurfing. Ternyata antusiasmenya tinggi ada 40 orang (peserta) dan pesertanya juga ada yang dari Bali, Manado, hingga Jerman,” lanjutnya.

Baca juga: Itinerary Wisata Virtual Yogyakarta, Keliling Kota Gudeg dari Gawai atau Latop

Edisi pertama tur virtual digelar pada Sabtu (18/4/2020) lalu dengan tujuan ke Kampung Tugu, Jakarta. Kompas.com berkesempatan untuk mengikuti tur virtual ini.

Tur virtual digelar melalui aplikasi meeting Zoom. Awalnya, para peserta yang berminat akan mendaftar lewat situs Couchsurfing untuk mendapatkan link meeting Zoom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelahnya, tur virtual dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 15.00. Tepat di waktu tersebut, host dari tur virtual itu pun membuka akses meeting.

Kami bisa saling bertatap muka dengan peserta lainnya termasuk dengan host dan Ira yang menjadi pemandu untuk tur virtual kali ini.

Tangkapan layar proses tour virtual Kampung Tugu lewat aplikasi meeting ZoomDok. Ira Lathief Tangkapan layar proses tour virtual Kampung Tugu lewat aplikasi meeting Zoom

Pengalaman Tour Virtual

Ternyata melakukan tur virtual seperti ini punya sensasi tersendiri. Pasalnya, pengalamanya berbeda dengan tur nyata yaitu saat benar-benar bisa melihat, menyentuh, dan merasakan atmosfer tempat yang dikunjungi.

Pada tur virtual ini, kamu hanya bisa melihat dan mendengar saja. Walau begitu, Ira selaku pemandu wisata bisa cukup interaktif dan menerangkan soal Kampung Tugu secara menarik.

Sesekali Ira juga meminta Melan dari Couchsurfing selaku host meeting untuk menampilkan beberapa gambar dan video yang akan mendukung penjelasannya

Ira memulainya dengan menjelaskan soal lokasi Kampung Tugu. Ia meminta Melan untuk menunjukkan gambar Google Maps yang menunjukkan dengan jelas letak dari Kampung Tugu.

Kampung Tugu terletak di Jakarta Utara. Tak jauh dari daerah Kelapa Gading dan Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan begitu, peserta bisa mengetahui lebih jelas soal lokasi Kampung Tugu ini.

Setelahnya, Ira memulai penjelasan soal Kampung Tugu yang bersejarah. Salah satunya adalah soal Gereja Tugu yang sudah berdiri sejak 1748.

Gereja Protestan ini masih berdiri kokoh hingga kini. Ira juga menunjukkan beberapa foto Gereja Tugu.

Anak-anak Kampung Tugu yang menampilkan tarian Noni Tugu berfoto bersama dengan peserta tur Kampung Tugu usai penampilan, Minggu (3/11/2019).Nicholas Ryan Aditya Anak-anak Kampung Tugu yang menampilkan tarian Noni Tugu berfoto bersama dengan peserta tur Kampung Tugu usai penampilan, Minggu (3/11/2019).

Setelahnya Ira beranjak menjelaskan soal sejarah Kampung Tugu. Sejarah panjang Kampung Tugu ternyata berawal dari Malaka, Malaysia. Penduduk Malaka yang adalah keturunan Portugis, jadi tahanan perang Belanda setelah kekalahan Portugis di Malaka.

Orang-orang tersebut dibawa ke Batavia dan dimerdekakan dengan syarat memeluk agama Protestan. Mereka kemudian diberi lahan tempat tinggal di Batavia. Inilah lokasi Kampung Tugu berada kini.

Selain menjelaskan soal sejarah Kampung Tugu, Ira juga menjelaskan soal budaya warga Kampung Tugu yang masih bertahan hingga kini. Mulai dari bahasa Kreo yang kini sudah mulai langka, musik keroncong, hingga kulinernya.

Ira menunjukkan beberapa gambar dan video soal tradisi keroncong ini. Juga tercipta pembicaraan seru soal tradisi Rabo Rabo yang digelar oleh warga Kampung Tugu setiap tanggal 1 Januari.

Tak itu saja, pembicaraan soal kuliner Kampung Tugu yang hanya bisa ditemukan di Kampung Tugu saja juga sangat menarik dan berhasil membuat para peserta penasaran ingin mencicipi kuliner tersebut.

Pisang Udang, makanan khas Kampung Tugu yang sekilas mirip nagasari namun berbeda. Isinya berupa cacahan udang dan dibungkus dengan daun pisang.Nicholas Ryan Aditya Pisang Udang, makanan khas Kampung Tugu yang sekilas mirip nagasari namun berbeda. Isinya berupa cacahan udang dan dibungkus dengan daun pisang.

Mulai dari gado-gado siram khas Kampung Tugu, pisang udang, ketan unti, apem kinca, dan pindang serani. Ira menampilkan foto-foto makanan tersebut yang membuat para peserta ramai memperbincangkannya.

Setelah sesi pemaparan oleh Ira, para peserta pun dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan. Saat sesi penjelasan oleh Ira, para peserta di-mute suaranya sehingga tidak mengganggu proses penjabaran.

Para peserta bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan di kolom chat yang tersedia untuk kemudian diajukan ulang bergiliran di sesi tanya jawab yang berlangsung selama sekitar 30 menit.

Bagi kamu yang ingin mengikuti tour virtual seperti ini, Wisata Kreatif Jakarta akan rutin mengadakan sesi tour virtual setiap minggunya.

“Mulai weekend ini setiap Sabtu dan Minggu yang koordinir Wisata Kreatif Jakarta. Aku sendiri mau bikin tour virtual di negara-negara Eropa mungkin mulai minggu depan. Misalnya, tur keliling kota Paris, Amsterdam, Roma, Vatikan, dan lain-lain. Dibuatnya per kota,” jelas Ira.

Untuk informasi soal tour virtual yang akan datang, kamu bisa mengikuti akun Instagram @wisatakreatifjakarta untuk informasi terkini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.