Pengalaman Ikut Tur Virtual ke Natuna, 14 Tempat Wisata dalam 2 Jam

Kompas.com - 03/05/2020, 12:20 WIB
Pantai Pasir Panjang di Natuna. dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten NatunaPantai Pasir Panjang di Natuna.

Tanjung Datuk

Lokasinya cukup jauh dari Jelita Sejuba, dapat ditempuh perjalanan darat kurang lebih satu jam. Tempat ini merupakan destinasi paling utara dari Natuna Besar.

"Tempat ini juga merupakan geosite geopark Natuna, daya tariknya pemandangan hamparan laut luas di depan kita," katanya.

Selain itu, di sebelah Tanjung Datuk juga terdapat sebuah pulau kecil bernama pulau Panjang dan pendek.

Jika pada saatnya nanti Covid-19 berakhir, Naen mengingatkan bahwa wisatawan perlu membawa makanan ringan atau minuman sendiri ketika berkunjung ke tempat ini.

"Karena destinasi ini enggak ada rumah penduduknya, jadi sangat disarankan membawa minuman atau makanan ringan. Tidak ada warung di sini," jelasnya.

Pulau Senoa

Berikutnya kami diajak menyeberang ke pulau Senoa dengan menggunakan kapal Pompong berukuran besar.

Naen menjelaskan keunikan pulau Senoa adalah salah satu kawasan geosite geopark Natuna. Jika dilihat secara tidak langsung, siapapun akan mengira bentuk pulau ini seperti ibu hamil.

"Benar, bentuknya memang seperti ibu hamil, ada sejarahnya," kata Naen.

Konon ceritanya, pulau ini menceritakan seorang ibu hamil yang menjadi sebuah pulau. Kekikirannya tidak disukai oleh warga setempat.

Singkat cerita, dia mengidam makanan laut semacam kerang. Suatu hari, dia melihat air laut yang surut.

Senang mendapat kerang karena air laut surut, ibu hamil itu lantas lupa bahwa air kembali pasang dan ia tak bisa menyelamatkan diri hingga menjadi sebuah pulau.

Senoa juga menjadi titik pusat wisata bahari yaitu snorkeling dan diving.

Pulau ini juga dikenal memiliki sebuah festival bernama Festival Pulau Senoa yang biasanya terdapat pagelaran sejumlah lomba, seperti balap karung, voli pantai, renang, panjat pinang, cerita rakyat, serta lomba dayung kolek bagi para pengunjung.

Rencananya menurut Calender of Events 2020, festival ini akan terlaksana pada Juni 2020.

Namun karena adanya virus corona, festival terancam batal dan belum ada informasi terkini tentang kelanjutan festival, kata Naen.

Batu Kasah

Bergeser ke selatan, terdapat tempat wisata bernama Batu Kasah. Tempat ini merupakan salah satu kawasan geosite geopark Natuna.

Kami melihat pantai yang mana terdapat batuan granit tersebar. Kata Naen, Batu Kasah hampir sama dengan Alif Stone.

"Hanya yang membedakan di sini pantainya lebih luas, dan landai dibandingkan Alif Stone. Batu Kasah banyak pantai dan batuan granitnya lebih banyak. Destinasi ini dikelola oleh desa," katanya.

Terdapat biaya masuk yaitu Rp 2.000 per orang. Dengan membayar tiket masuk tersebut, wisatawan sudah dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti masjid kecil atau surau, kamar mandi, rumah makan atau warung.

Selat Lampah

Destinasi ini terletak paling selatan Natuna Besar. Tempat ini merupakan pelabuhan terbesar di Natuna yang dibangun oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Nelayan biasa melakukan jual beli ikan di tempat ini. Selain sebagai perekonomian nelayan, tempat ini juga menjadi kunjungan wisatawan.

Hal ini karena letaknya dekat sebuah bukit dan beberapa pulau di sekelilingnya.

"Ini menjadi daya tarik wisatawan karena bisa melihat hamparan laut lepas, danau, dan bukit yang ada di sekitar selat," ujarnya.

Gunung Ranai

Terakhir, kami diajak melihat tempat wisata lainnya di Natuna, yaitu Gunung Ranai. Natuna memang dikenal dengan wisata baharinya, namun tak hanya itu, ia juga memiliki wisata alam berupa gunung.

Terletak di pusat kota Ranai, gunung berketinggian 1.300 mdpl ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke Natuna.

Kawasan ini juga menjadi geosite geopark Natuna.

Jika berkunjung ke sini, wisatawan akan melihat keindahan air terjun Gunung Ranai. Kendati tak begitu besar, suasana di sekitar air terjun ini tetap terasa sejuk karena dikelilingi oleh pepohonan.

Untuk menuju ke sana, kata Naen, wisatawan perlu menggunakan sepeda motor terlebih dahulu, lalu disambung dengan jalan kaki.

"Dari tempat parkir motor dan lalu berjalan kaki sekitar 15 menit sudah sampai ke air terjun," ujarnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X