Tur Virtual ke Belitung Bisa Beli Oleh-oleh, Yuk Ikuti Caranya

Kompas.com - 14/05/2020, 09:15 WIB
Pemandangan pantai dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung, Jumat (15/4/2011). Belitung terkenal dengan lokasi wisata yang memiliki keindahan pantai pasir putih berbatu granit artistik menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemandangan pantai dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas, Belitung, Jumat (15/4/2011). Belitung terkenal dengan lokasi wisata yang memiliki keindahan pantai pasir putih berbatu granit artistik menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

JAKARTA, KOMPAS.com – Belitung terkenal akan budaya minum kopi yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Bahkann, budaya tersebut dijadikan sebagai salah satu cara untuk membuat wisatawan nyaman di Belitung, tidak terkecuali di Kota Manggar yang disebut sebagai “Kota 1.001 Warung Kopi”.

Jika ingin mengenal seputar kopi secara mendalam sembari menjelajahi Belitung, kamu bisa ikut “Virtual Tour: Negeri Laskar Pelangi – Belitung” berbayar pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 10:00 – 12:00 WIB lewat aplikasi Zoom.

“(Selain kopi) bakalan bahas secara keseluruhan (seputar tempat wisata di Belitung). Nanti akan mampir ke warung kopi di Manggar karena kebiasaan ngopi itu,” kata Co-Founder dan Inisiator #PirtualTour milik Pirtual Project, Irwan Tamrin, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Pirtual Project merupakan proyek yang diinisiasi oleh lima mahasiswa Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran untuk melihat apakah terjadi pergeseran dalam perilaku masyarakat berpariwisata selama pandemi corona.

Baca juga: Seru! Pengalaman Jalan-jalan Virtual ke 8 Tempat Wisata Sekitar Gunung Tambora

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Negeri Pecinta Kopi Yth. #SahabatPirtual Yang sedang #DiRumahAja, Penduduk Belitung termasuk penduduk yang suka ngopi. Hampir setiap pagi dan sore mereka mendatangi kedai Kopi seperti di daerah Manggar yang sudah sejak lama dijuluki sebagai kawasan 1001 kedai Kopi lantaran setiap hari banyak orang ngopi di sepanjang wilayah itu. Uniknya, tidak ada tumbuhan Kopi di Belitung. Umumnya, mereka mendatangkan Kopi dari Sumatera seperti dari Lampung dan Pagar Alam. Dalam rangka memperingati HUT Ke - 4 Program Magister Pariwisata Berkelanjutan UNPAD bekerjasama dengan @pirtualproject mengajak akang, teteh, ibu, bapak, dan saudara saudara sekalian terutama WARGA UNPAD untuk mau berwisata secara virtual ke Negeri Laskar Pelangi - Belitung sekaligus berdonasi melawan Covid-19. "Virtual Tour : Feel the Experience simply from Home" Agenda Virtual Tour akan diselenggarakan pada: ???? Sabtu, 16 Mei 2020 ? 10.00 - 12.00 WIB ????Zoom Meeting Donasi dapat dilakukan dengan cara transfer ke rekening BCA 006-0966788 a.n Yayasan Inageo. (Harap menambahkan angka 4,- pada digit terakhir nominal). Contoh: Rp 50,004 atau Rp 300,004. Ayo segera Registrasi melalui tautan berikut: https://bit.ly/VirtualTourUnpad Hasil donasi nantinya akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu Mahasiswa Unpad yang terdampak Pandemi serta Pelaku Pariwisata yang mengalami kemerosotan usaha. Dengan berdonasi mari kita lawan pandemi sembari menikmati dan memulihkan kembali indahnya Pariwisata Negeri Laskar Pelangi. Info lebih lanjut hubungi : 081808389325 - Fahriza (WA only) Terima kasih. Salam Pariwisata #virtualtour #bersamaunpadlawancorona

A post shared by Pirtual Project (@pirtualproject) on May 10, 2020 at 11:58pm PDT

Sebelumnya, Pirtual Project hanya mengadakan empat tur virtual saja yaitu Tana Toraja pada 26 April 2020, Desa Nglanggeran pada 3 Mei 2020, Gunung Tambora pada 10 Mei 2020, dan Sawahlunto pada 17 Mei 2020.

Sementara tur virtual ke Belitung ternyata merupakan agenda dadakan.

“Ini acara charity dalam rangka HUT Magister Pariwisata Berkelanjutan Unpad. Jadi peserta membayar seikhlasnya. Seluruh hasilnya akan disumbangkan ke Penanganan Covid-19 Unpad,” kata Irwan.

Liburan 3 hari 2 malam dalam sehari

Konsep tur virtual di Belitung adalah simulasi liburan 3 hari 2 malam. Ada pun tempat-tempat yang akan dikunjungi antara lain adalah Museum Kata Andrea Hirata dan Vihara Dewi Kwan Im.

Ada juga Bukit Peramun, Pantai Tanjung Kalayangan, dan Danau Kaolin. Tidak lupa juga warung kopi legendaris Kong Djie.

Baca juga: Pengalaman Ikut Tur Virtual di Sumba, Simulasi Liburan 3 Hari 2 Malam

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X