Kompas.com - Diperbarui 20/01/2022, 18:37 WIB
Perbedaan baking soda dan baking powder mungkin sulit dikenali, terutama dari penampilannya. Unsplash/HowtogymPerbedaan baking soda dan baking powder mungkin sulit dikenali, terutama dari penampilannya.

KOMPAS.com – Baik baking soda maupun baking powder adalah bahan pengembang untuk kue.

Meski keduanya punya kemiripan dari sisi rupa dan tekstur, tetapi ada perbedaan signifikan dalam hal komposisi kimiawi. 

Perbedaan lainnya antara baking soda dan baking powder adalah reaksi terhadap bahan lainnya.

Seperti dilansir dari Masterclass, berikut ini perbedaan antara baking powder dan baking soda.

Perbedaan baking soda dan baking powder

Ilustrasi baking soda atau soda kue. Perbedaan baking soda dan baking powder kerap sulit dikenali.FREEPIK Ilustrasi baking soda atau soda kue. Perbedaan baking soda dan baking powder kerap sulit dikenali.

Baking soda

Baking soda atau yang juga dikenal sebagai soda bikarbonat atau sodium bikarbonat adalah bahan pengembang kimiawi yang biasa digunakan untuk memanggang roti dan kue.

Baking soda adalah senyawa basa yang berarti tidak bersifat asam.

Ketika dikombinasikan dengan elemen asam, baking soda akan menghasilkan reaksi gas karbondioksida.

Sebagai contoh sederhana, kamu mungkin bisa memikirkan soal reaksi baking soda dan cuka yang menghasilkan luapan gunung api dalam percobaan lahar buatan yang kerap dilakukan anak sekolah dasar.

Baca juga: Mengapa Baking Soda Ampuh Menghilangkan Bau Tidak Sedap?

Cara memakai baking soda

Baking soda akan bereaksi dengan asam. Fungsinya dalam resep akan menetralkan asam dan dalam prosesnya membuat karbondioksida.

Contoh bahan mengandung asam yang digunakan adalah buttermilk, gula merah, air lemon, atau yoghurt.

Gelembung dari karbondiokisda akan menyebabkan adonan mengembang. Tanpa baking soda, kue akan bantat dan rata.

Hati-hati, jangan menggunakan terlalu banyak baking soda. Terlalu banyak baking soda bukan berarti kue akan lebih mengembang.

Ini dapat menyisakan baking soda dan tidak bereaksi dengan baik.

Membuat kue dengan terlalu banyak baking soda bakal membuatnya terasa licin, seperti sabun, dengan rasa getir yang pahit.

Jadi, porsi baking soda harus pas betul dengan bahan lainnya. 

 

Baking powder

Perbedaan baking soda dan baking powder kerap sulit dikenali.Pixabay/Azza_Hafizah Perbedaan baking soda dan baking powder kerap sulit dikenali.

Baking powder merupakan bahan yang terdiri dari baking soda dan asam kering, seperti cream of tartar atau sodium alumunium sulfat.

Karena asam di baking powder berbentuk kering, maka baking soda di dalam baking powder tidak akan tereaksi sebelum kontak dengan cairan.

Baca juga: 10 Bahan Pengganti Baking Powder, Bikin Kue Mengembang Maksimal

Apa perbedaan baking soda dan baking powder?

Perbedaan baking soda dan baking powder yang paling utama adalah baking powder sudah mengandung bahan asam dalam campurannya.

Sementara baking soda membutuhkan bahan asam untuk memproduksi proses pengembangan serupa.

Kamu bisa menggunakan baking soda dalam resep yang punya bahan-bahan asam seperti buttermilk, air lemon, atau cuka.

Sementara baking powder, cocok digunakan dalam resep yang tidak punya bahan-bahan asam, seperti untuk biskuit, roti jagung, atau pancake.

 

Ilustrasi cream of tartarShutterstock Ilustrasi cream of tartar

Jika mencampur baking soda dan baking powder

Ada beberapa resep yang menggunakan kedua bahan pengembang, yakni baking soda dan baking powder.

Penyebabnya ada tiga.

Pertama, keduanya digunakan jika baking soda berhasil menetralisasi asam tetapi tidak memproduksi karbondioksida yang cukup untuk mengembangkan adonan dengan sempurna.

Oleh karena itu, baking powder diperlukan untuk pengembang tambahan.

Jika resep membutuhkan bahan tertentu untuk perasa asam, seperti air lemon dan buttermilk, terlalu banyak baking soda bisa menetralkan rasanya.

Baca juga: Jenis Baking Powder dan Cara Memakainya

Menggunakan baking soda dan baking powder secara bersamaan akan menyisakan cukup bahan asam. Ini akan menghasilkan rasa tajam khas asam, tetapi juga pengembangan yang sempurna.

Selain itu, makanan yang dipanggang juga akan lebih baik warna coklatnya dengan kandungan alkaline yang tinggi.

Untuk membuat sajian lebih berwarna coklat, baking soda ditambahkan pada resep. Sementara itu, baking powder digunakan sebagai bahan utama pengembang.

Menurut Executive Pastry Chef, Budi Kuniawan dari Swissotel Jakarta PIK Avenue, baking powder akan menghasilkan rasa netral.

Beberapa contoh kue yang menggunakan baking powder adalah vanilla sponge, chocolate sponge, butter cake, dan brownies.

"Sedangkan baking soda akan memberikan rasa sedikit pahit pada makanan."

"Oleh sebab itu baking soda harus diimbangi dengan bahan yang mengandung asam. Misalnya, pisang, yoghurt, lemon, atau tape," kata Chef Budi pada Kompas.com, Selasa (19/05/2020)

"Baking soda juga menghasilkan tekstur makanan jadi lebih gelap setelah pembakaran. Contoh makanan adalah banana cake, bolu tape, dan bolu sarang semut," tambahnya.

Baca juga:

 

Bahan pengganti untuk baking powder dan baking soda

Jika kamu punya resep yang memerlukan baking soda dan baking powder, tetapi tidak memiliki keduanya, bisa gunakan tepung self-raising. Tepung jenis ini mengandung campuran tepung, garam, dan baking powder.

Di Indonesia, ada merk Haan yang memiliki produk tepung self-raising. Harganya memang relatif lebih mahal daripada tepung biasa.

Karena sudah mengandung baking powder di dalamnya, ketika kita menggunakan tepung self-raising, tak perlu lagi menambahkan baking powder.

Baca juga: 5 Jenis Tepung dan Kegunaannya, Jangan Salah Pilih untuk Bikin Roti dan Kue

ilustrasi lemon ilustrasi lemon

Bisakah mengganti baking powder jadi baking soda?

Jika tidak memiliki baking soda, kamu bisa menggantinya dengan baking powder.

Hanya saja gunakan jumlah baking powder tiga kali lipat lebih banyak daripada baking soda yang tertera dalam resep.

Sebagai contoh, jika resep membutuhkan satu sendok teh baking soda, gunakan tiga sendok teh baking powder.

Namun penggantian ini kadang kala bisa menjadi bumerang.

Contohnya, hasil akhir dari kue yang kamu buat bisa menjadi terlalu asam dan pahit. Ini adalah efek terlalu banyak baking powder.

Selain itu, bisa juga kue yang kamu buat jadi padat dan keras. Ini adalah efek dari kurangnya penggunaan baking powder.

Terakhir, bisa jadi hasil akhirnya malah terasa terlalu asin.

Sebab, baking powder mengandung lebih banyak sodium daripada baking soda. Maka perhatikan takaran garam tambahan dalam resep yang kamu gunakan.

Baca juga: 3 Cara Mulai Bisnis Kue untuk Pemula, Jangan Terpaku YouTube

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.