Uji Coba Wisata Gunungkidul, Pantai Baron dan Kukup Ramai Dikunjungi Wisatawan

Kompas.com - 24/06/2020, 17:06 WIB
Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta, dilanda Gelombang Tinggi Selasa (11/6/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta, dilanda Gelombang Tinggi Selasa (11/6/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, melakukan uji coba new normal di Pantai Baron dan Pantai Kukup, Kapanewon Tanjungsari, Rabu (24/6/2020).

Protokol kesehatan ketat diperiksa oleh petugas dari pintu masuk. Saat akan memasuki pantai pun petugas mengarahkan pengunjung untuk cuci tangan.

Baca juga: 4 Tempat Wisata di Gunungkidul Yogyakarta yang Bakal Buka

Dari pengamatan Kompas.com di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) utama pantai, setiap pengunjung datang, petugas memeriksa suhu tubuh.

Setelah diperiksa mereka diperbolehkan membayar dengan tarif Rp 10.000 perorang. Tak sampai di situ, pengunjung diwajibkan menunjukkan kartu identitas untuk difoto dan nomor handphone dicatat.

Jika berboncengan atau rombongan menggunakan mobil, hanya salah satu yang dimintai identitas. 

"Memang agak ribet dibandingkan hari biasa, tetapi ini protokol kesehatan yang harus dijalankan," kata salah seorang petugas bantu TPR, Riswanto, Rabu (24/6/2020).

Sampai di sekitar pantai, setelah parkir kendaraan, petugas mengarahkan untuk mencuci tangan pada puluhan tempat yang tersedia. Baru pengunjung diperbolehkan masuk ke kawasan pantai.

Sebagian besar pengunjung sekitar Pantai Kukup bermain di sekitar pantai dan tak sedikit yang nekat mandi. 

"Lumayan setelah beberapa bulan tidak boleh berwisata, hari ini berwisata," kata Dedi salah satu pengunjung asal Wonosari. 

Pengunjung Memadati saat Uji coba pembukaan Wisata New Normal di Kawasan Pantai Kukup, Gunungkidul, Rabu (24/6/2020)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Pengunjung Memadati saat Uji coba pembukaan Wisata New Normal di Kawasan Pantai Kukup, Gunungkidul, Rabu (24/6/2020)

Warung buka

Di kawasan Pantai Baron dan Kukup belum banyak penjual sovenir dan warung makan yang buka. Hanya beberapa warung yang membuka dagangannya.

Para penjual menggunakan masker dan pelindung wajah sesuai protokol kesehatan.

"Beli sendiri alatnya, karena untuk keselamatan diri. Sudah tiga bulan tidak jualan mungkin baru besok buka, hari ini masih melihat situasi ternyata ramai," kata Yahmi pedagang makanan di Pantai Kukup. 

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengungkapkan masih ada sejumlah wisatawan yang tidak mengenakan masker. Petugas SAR pun berjaga dan berpatroli untuk memantau wisatawan.

Baca juga: Uji Coba Kalisuci Gunungkidul Dibuka, Masih Sepi Pengunjung

"Mereka yang tidak pakai masker, kami dekati dan berikan imbauan agar menggunakan masker selama beraktivitas," kata Suris.

Menurut dia, hingga siang hari sudah ribuan orang yang berkunjung di sekitar Pantai Kukup.

"Sampai siang ini diperkirakan ada hampir seribu wisatawan," ucap Suris.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, sesuai SOP tahap Uji Coba New Normal, Dispar Gunungkidul menetapkan jumlah kunjungan maksimal 7.000 orang untuk Baron dan Kukup.

Angka ini didasarkan pada asumsi protokol jaga jarak, yaitu tiap pengunjung diberi ruang dua meter persegi.

Uji Coba akan dilaksanakan sampai tanggal 30 Juni 2020 dan akan dievaluasi. Apakah tempat wisata lanjut dibuka atau tidak, akan melihat faktor internal seperti kesiapan sumber daya manusia di kawasan tersebut hingga perilaku tamu.

Faktor pertimbangan lainnya adalah faktor eksternal bagaimana situasi kawasan wisata tersebut terkait penyebaran Covid-19.

Operasional pantai sendiri dibatasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selain kawasan pantai, hari ini kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran sudah dibuka untuk uji coba. 

Sebelumnya pada hari Senin (22/6/2020) kawasan Kalisuci sudah dibuka untuk wisatawan dalam tahapan uji coba.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X