Ganjar Pranowo: Travelers Rebahan Dulu...

Kompas.com - 26/06/2020, 22:15 WIB
Pendaki di pinggir kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPendaki di pinggir kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, wisatawan bisa memanfaatkan “Peta Covid” jika ingin melancong ke Jawa Tengah.

“Sekarang (peta) belum ada. Jadi mohon maaf kepada para traveller, Anda silahkan di rumah ikut rombongan rebahan dulu,” kata Ganjar dalam webinar Jawa Tengah Tourism Forum bertajuk “Adventure Tourism Promotion and Marketing Strategies Under Covid-19/New Normal”, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Pilihan Wisata Alam di Magelang, Ada Apa Saja?

Ganjar menuturkan, dirinya sedang meminta kepada masing-masing daerah untuk mulai menunjukkan kondisi dan persiapan menyambut era new normal.

Jika sudah selesai, seluruh informasi akan dikumpulkan untuk ditinjau kembali dan melihat apakah ada yang kurang dan harus diperbaiki.

“Mudah-mudahan di pertengahan bulan depan, mereka sudah bisa menyiapkan. Jadi (wisatawan) rebahan dulu sembari menunggu ini berjalan,” ujar Ganjar.

Dengan adanya seluruh informasi terkait kondisi dan persiapan setiap daerah, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya akan mendampingi agar mereka benar-benar siap untuk menyambut kembali wisatawan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar PranowoKOMPAS.com/pemprov jateng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Rute pariwisata Jawa Tengah dan Peta Covid

Jawa Tengah memiliki berbagai macam jenis wisata yang mungkin membuat sebagian masyarakat rindu untuk kembali berlibur ke sana.

Namun, Ganjar mengatakan bahwa untuk melakukan perjalanan, kini ada beberapa tambahan persiapan yang harus dilakukan.

Baca juga: Menanti Pariwisata Karimunjawa Kembali Buka

“Sekarang rute-rute pariwisata memang harus membaca Peta Covid. Suka tidak suka, mau tidak mau. Tujuan harus dihitung, lewat mana,” ungkap Ganjar.

“Jadi memang tidak sebebas kayak dulu. Kok njelimet? Iya, ini kenormalan baru harus seperti itu,” imbuhnya.

Menurutnya, penggunaan Peta Covid bisa membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih aman guna menghindari kota atau kabupaten di Jawa Tengah yang angka kasus virus corona masih tinggi.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Belajar dari Dusun Semilir yang Ditutup, Bagaimana Seharusnya Protokol Kesehatan di Tempat Wisata?

Whats Hot
Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Kanada Perpanjang Pembatasan Perjalanan Internasional hingga 2021

Whats Hot
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Contek Itinerary Roadtrip ke Bogor, Purwakarta, Bandung

Jalan Jalan
Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Catat, Ini Syarat Tourist Visa untuk Wisatawan Indonesia ke Thailand

Whats Hot
Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Langgar Protokol Kesehatan, Wisata Dusun Semilir Ditutup

Whats Hot
Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Jepang Punya Maskot Anti-Corona, Namanya Koronon

Whats Hot
Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Catat, Jadwal Terbaru Libur Akhir Tahun 2020 Setelah Dipangkas

Whats Hot
Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Jumlah Wisman ke Sumut Naik, Mayoritas dari Malaysia

Whats Hot
Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Kuota Pendakian Gunung Piramid Dibatasi, Apa Alasannya?

Whats Hot
Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Gunung Piramid Punya Tingkat Bahaya Tinggi untuk Pendakian

Whats Hot
Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol CHSE untuk Pendakian Gunung

Whats Hot
Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Libur Akhir Tahun, Ratusan Tempat Cuci Tangan Disiapkan di Tempat Wisata Gunungkidul

Whats Hot
Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Pariwisata di Nusa Penida Mulai Pulih, Ada Ratusan Wisatawan Saat Akhir Pekan

Whats Hot
Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Sisi Timur Tutup 7 Hari

Whats Hot
Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X