Apa Itu Pacu Jawi? Balapan Sapi Khas Minang yang Dijajal Gordon Ramsay

Kompas.com - 01/07/2020, 10:20 WIB
Seorang joki berusaha mengendalikan sapi (Jawi) saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSeorang joki berusaha mengendalikan sapi (Jawi) saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal.


JAKARTA, KOMPAS.com - Tradisi dan budaya Minangkabau, Sumatera Barat, begitu beragam dan mampu menjadi daya tarik wisata baik nusantara maupun mancanegara.

Salah satu budaya dan tradisi di Tanah Minang yaitu Pacu Jawi.

Bahkan, Chef kenamaan dunia, Gordon Ramsay sempat menjajal tradisi balap sapi jantan tradisional Sumatera Barat ini.

Hal itu terlihat dalam tayangan National Geographic Channel berjudul Gordon Ramsay: Uncharted yang tayang Senin (29/6/2020).

Baca juga: Perjalanan Gordon Ramsay Bikin Rendang, Blusukan ke Pasar sampai Masak Bareng William Wongso

Gordon ditemani oleh Ade Putri, food writer Indonesia ke acara Pacu Jawi tersebut. Oleh Ade, Gordon ditantang untuk menjajal Pacu Jawi agar bisa mendapatkan daging sapi terbaik yang dicari.

Setelah mencoba jatuh berkali-kali, ia pun akhirnya berhasil melakukan Pacu Jawi sejauh beberapa meter.

"Kau seperti dihentakkan dengan keras, lalu dilempar. Kalau tidak berpegangan sekuat tenaga, tamat riwayatmu," kata Gordon.

Bahkan ia hingga mengetahui rahasia untuk menjajal Pacu Jawi. Menurutnya, rahasianya adalah harus mencondongkan badan ke depan dengan pas.

"Kepalamu di antara bagian belakang kedua sapi. Tunduk kepala, genggam pegangannya, dan tutup mata. Rasakan saja," lanjutnya sembari tertawa.

Seorang joki menggigit ekor sapi (jawi) ketika mengendalikannya saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Seorang joki menggigit ekor sapi (jawi) ketika mengendalikannya saat mengikuti kegiatan olahraga tradisional Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (17/3/2018). Pacu Jawi merupakan permainan olahraga tradisional yang diadakan usai panen padi dan telah menjadi atraksi wisata untuk menarik wisatawan asing dan wisatawan lokal.

Asal Muasal Pacu Jawi

Diberitakan Kompas.com, 15 April 2013, berjudul "Pacu Jawi, Balapan Sapi Khas Minangkabau" Pacu Jawi sebenarnya sudah ada sejak dahulu yang kini menjadi ajang para fotografer untuk berburu foto terbaik, dan bahkan menjadi agenda wajib fotografer.

Baca juga: Mengenal Budaya Balapan Sapi di Nusantara...

Pacu Jawi dikenal juga dengan sebutan Pacu Sapi. Pada mulanya, Pacu Jawi ini diselenggarakan oleh para petani dan masyarakat sekitar Tanah Datar untuk mengisi waktu setelah masa panen.

Ajang balapan sapi ini awalnya murni untuk hiburan bagi para petani usai masa panen. Hal itu lah yang membuat Pacu Jawi menarik, dan selalu terkesan meriah.

Pacu Jawi juga dikenal sebagai perayaan Thanksgiving-nya Tanah Minang, Sumatera Barat. Hal ini karena diadakan sebagai rasa ucapan syukur atas masa panen.

Pacu Jawi biasanya juga diadakan tiga kali dalam setahun di Tanah Datar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X