Kompas.com - 10/07/2020, 22:06 WIB
Labirin Coban Rondo www.mypalawi.comLabirin Coban Rondo

Dia mengakui penutupan sementara Wanawisata Baturraden sejak tanggal 24 Maret 2020 akibat adanya pandemi Covid-19 telah berdampak pada arus kas (cash flow) perusahaan.

"Kami berdua kebetulan sebagai direksi tetap berkomitmen keberpihakan kepada karyawan adalah yang utama. Jadi, tidak ada pengurangan karyawan, tidak ada penundaan gaji, tidak ada pemotongan gaji. Jadi semua hak-haknya kami berikan secara utuh," katanya didampingi Direktur Operasional Palawi Risorsis Wawan Triwibowo.

Lucy mengatakan hal itu tentu saja berkonsekuensi pada arus kas perusahaan namun dia berkeyakinan dengan niat baik manajemen kepada karyawan, pihaknya ingin membangkitkan rasa memiliki perusahaanini menjadi semakin kental dan tinggi.

"Harapannya apa? Tentu saja dengan rasa kekeluargaan yang tinggi, merasa memiliki perusahaan yang semakin lekat, itu akan membuat kami bersama-sama bisa keluar dari kondisi pandemi ini, Insya Allah dengan aman dan semuanya sehat," katanya.

Wisata sehat

Sementara itu, Direktur Operasional Palawi Risorsis Wawan Triwibowo mengatakan dengan pembukaan kembali Wanawisata Baturraden, pihaknya berharap sarana berwisata yang sehat tersedia di Banyumas.

"Kenapa saya sebut dengan wisata sehat? Karena wanawisata ini kan yang ditawarkan adalah wisata menikmati kawasan hutan. Di mana kawasan hutan itu tentunya menyediakan kadar oksigen yang lebih baik dibandingkan di perkotaan, sehingga masyarakat yang datang ke sini bisa jalan-jalan, joging, atau bersepeda," katanya.

Baca juga: Ini 5 Oleh-oleh Khas Banyumas yang Bisa Dibeli

Dalam hal ini, kata dia, wisata yang dibangun oleh Palawi Risorsis adalah wisata yang sehat karena di Wanawisata Baturraden juga tersedia Curug Tirta Sela, yakni air terjun yang airnya keluar dari celah bebatuan.

"Perlu kita ketahui bahwa kandungan oksigen paling tinggi itu adalah ketika kita di bawah air terjun. Nah, itu kan juga kita tawarkan. Jadi, saya hanya ingin menyampaikan bahwa 'branding' Wanawisata Baturraden ke depan adalah mewujudkan wisata sehat bagi masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya membatasi jumlah pengunjung per satuan waktu kunjungan hanya 50 persen dari kapasitas total saat kondisi normal sebagai upaya untuk mewujudkan wisata sehat.

"Di sini, kami berharap teman-teman yang mau berkunjung ke sini adalah bagaimana kita membuat orang yang berkunjung ke sini, pulangnya menjadi lebih segar serta tentunya dengan daya tahan lebih baik dan itu bisa melawan COVID-19," katanya. (Sumarwoto/Adi Lazuardi)

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X