Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/07/2020, 20:09 WIB

Keempat, hasil ekonomi dari geosite belum berdampak signifikan. Namun, pemerintah daerah terus meyakinkan masyarakat agar konsisten mengembangkan kawasan ini agar seluruh geosite menjadi destinasi yang mendatangkan keuntungan.

Isyak menuturkan, walaupun hasil ekonominya belum signifikan, namun masyarakat percaya bahwa apa yang mereka lakukan akan berbuah manis pada waktunya.

"Karena itulah spirit ini harus kami jaga. UGG adalah momentum untuk memastikan bahwa apa yang mereka dan pemerintah perjuangkan bisa dalam satu visi yg sama," ujar dia.

Baca juga: Pemerintah Dukung Geopark Belitung Bisa Berstatus UNESCO Global Geopark

Geopark muda

Koordinator Badan Pengembangan (BP) Geopark Belitong Dyah Erowati mengatakan, Geopark Belitong termasuk geopark muda di Indonesia. Baru diinisiasi September 2016 dan menjadi geopark nasional di akhir 2017.

"Aplikasi Belitong ke UGG dimasukkan akhir 2018. Tahun 2019 bulan Juni ada assessment dari Unesco mendapatkan nilai 850 dari skala 1000. September 2019 disidangkan dan masih diminta perbaikan satu hal saja. September 2020 ini akan disidangkan kembali semoga lolos," ujar Dyah.

Baca juga: Resmi, Kaldera Toba Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark

Geopark Belitong disebut taman bumi karena mengombinasikan topografi pantai dan wilayah daratan. Ini merupakan kesatuan geosite seperti Open Pit Nam Salu (kolam bekas tambang), Pantai Burung Mandi dan Bukit Peramun.

Sementara itu, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (2/7/2020).

Status yang disandang Kaldera Toba menambah daftar geopark Indonesia yang kini statusnya menjadi UNESCO Global Geopark lainnya, yakni, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+